Mereka yang Pintar, Kok Kita yang Kebakaran Jenggot?

belahcermin.jpg

Nah.. rasakanlah akibat fatwa harammu soal gambar yang membabi-buta itu. Umat lain sudah selangkah lebih maju dalam mensosialisasikan agamanya. Sementara kau jauh tertinggal di belakang.

Mereka kreatif, memakai film untuk memberitakan ayat-ayat Tuhan mereka, menebar simpati ke seluruh dunia. Memberi tontonan yang bisa dinikmati orang banyak. Sementara kau terpencil di belakang mimbar. Cuma bisa menyebarkan kebencian atas umat lain. Memuntahkan seribu kata anjing dan kafir. Bukannya menghibur atau menarik simpati, sumpah serapahmu cuma bisa memerahkan kuping orang lain.

Seniman memperlihatkan keindahan agamanya kau kafirkan, gambar kau haramkan, orang menulis tentang agama kau anjingkan. Akal kau injak-injak. Hendak kau ganti dengan perbuatan menurut bak kerbau dicucuk hidung kepada fatwa-fatwa orang yang kau agungkan. Buatmu hanya orang duduk membaca Alquran saja yang pantas disayang Tuhan.

Sekarang kampanye mereka terbukti efektif, kau malah ngamuk-ngamuk. Mengkambinghitamkan televisi, menyalahkan media, kau tuduh itu hipnotis.

Kau tak pernah sadar diri, menyebarkan agama itu bukan masalah benar-salah saja. Bukan masalah dalil, bukan pula fatwa. Menyebarkan agama adalah masalah memikat hati orang lain, seperti dulu rasul memperlihatkan kejernihan hatinya dengan bersabar saat disiksa penentangnya, padahal dengan sejentik permohonan saja Allah bisa memusnahkan mereka semua.

Tidak perlu memboikot film My Hope Indonesia, Sebuah Penantian, atau apapun namanya itu. Lihat saja dan pelajari, bagaimana pintarnya mereka menarik simpati. Praktekkan itu dalam dakwahmu. Daripada kau ngamuk-ngamuk, menyebar sms mengemis kepada seluruh umat tak nonton sore hari tanggal 15 Desember.

Karena cepat atau lambat toh semua orang juga akan tahu dan nonton. Kau tak bisa menghalangi informasi karena kau hidup di zaman teknologi, bukan zaman sorban.

Yang ketinggalan zaman boleh memilih punah di belakang.
 

Update

Buat yang pusing baca post ini maksudnya apa, coba lihat kartun yang baru saya tambahin. Maksudnya mau bicara tentang perilaku tidak mau menerima kekurangan diri sendiri dan terus menyalahkan orang lain. Ingat peribahasanya, kan? (Kartun dibuat sendiri, saya bebaskan dalam lisensi public domain, silakan disebarkan dan diedit semaunya)

Iklan

82 Responses to “Mereka yang Pintar, Kok Kita yang Kebakaran Jenggot?”


  1. 1 rozenesia 13 Desember, 2007 pukul 11:39 pm

    Nah itu. Bermain cantik… 😉

    …asal ndak misuh kan? 😛

  2. 2 celo =3 13 Desember, 2007 pukul 11:42 pm

    Yang ketinggalan zaman boleh memilih punah di belakang.

    bukannya harusnya malah berusaha maju kedepan ya…???

  3. 3 Hedi 14 Desember, 2007 pukul 12:22 am

    komentar saya tetap cuma satu untuk ajakan itu….apa iya keimanan seseorang akan goyah hanya karena nonton pelem, baca novel, buku atau koran, atau apapun? kalo iya, yang salah kadar keimanannya dong 😀

  4. 4 warnetubuntu 14 Desember, 2007 pukul 1:22 am

    Yang ketinggalan zaman boleh memilih punah di belakang.

    konsep bagus tanpa dibungkus dengan design yg menjual, ya bisa ditinggalkan… 🙂

  5. 5 hariadhi 14 Desember, 2007 pukul 2:25 pm

    ha ah.. itu maksudnya. Imannya kuat tapi tak diberi siraman keindahan juga akan kering kerontang. Sama kaya yang senang mengumbar kata “anjing” dan “kafir” itu.

  6. 6 adipati kademangan 14 Desember, 2007 pukul 2:33 pm

    “Yang ketinggalan zaman boleh memilih punah di belakang”

    kok mirip punya saya yah …
    “Merasa malu, mengundurkan diri secara berlari”

  7. 7 hariadhi 14 Desember, 2007 pukul 2:35 pm

    Masa? hehehe. Mungkin kita satu ide? 😉

  8. 8 Ki Tunjung Langit 14 Desember, 2007 pukul 7:19 pm

    Apa yang dibicarakan setiap orang kembali kepada kejernihan Hati, Akal, dan pikiran. Benar atau salah , hati lebih tahu. Tetapi bila dalam hati masih tersirat keraguan, apa artinya ? Berusaha menutupi kegelisahan hati akan kebenaran , yang paling benar dan pasti adalah setelah melewati kematian, namun sayangnya hidup ini bukan laksana pesawat ulang alik, bisa kembali lagi dan berjanji tuk perbaiki diri .

  9. 10 Fa 14 Desember, 2007 pukul 9:01 pm

    wew, dapet email ‘itu’ juga ya? hihi… klo aku sih senyum2 aja mbaca tuh email (dan tentu saja nggak aku teruskan!)
    aku pikir sih, tidak semua umat islam serapuh itu imannya, klo ada yg ‘misalnya’ habis nonton tuh film trus jd murtad ya jgn salahin filemnya lah, tapi coba pertanyakan kualitas keimanan org tadi, bisa jd cuman ‘islam ktp’ *pisss*

  10. 11 Shelling Ford 14 Desember, 2007 pukul 10:29 pm

    tahan bolanya di tengah, mainkan dulu, sabar… tunggu barisan belakang mereka naik.

    sudah tahu kalo main umpan lambung nggak bakal pernah berhasil, kok ya masih nekat aja terus2an pake strategi yang sama? :mrgreen:

  11. 12 RETORIKA 14 Desember, 2007 pukul 11:01 pm

    @ hariadhi

    Kamu kapir, kamu tidak tau rasanya mengalami siksaan karena kamu merupakan manusia yang melecehkan M*nH*j S*L*F.

    Nanti kau akan melihat sesuatu di bakar, kemudian ditusuk tusuk hingga pada akhirnya kau dibenamkan di lumpur berwarna coklat!

    Maka kau akan menikmati sate ayam yang begitu lezatnya bila dimakan selagi panas bersama lontong!

    Nyam2 nyam … kok jadi laper yah 😀

  12. 14 hariadhi 14 Desember, 2007 pukul 11:12 pm

    Ampun, bang. Saya ga nyinggung-nyinggung Salaf, kok. Hahaha. Ga tau deh kalau mereka tersindir..

    Omong2 sate ayamnya mau dong. Gw juga laper nih.

  13. 15 hariadhi 14 Desember, 2007 pukul 11:16 pm

    @theCaskims
    Makasih buat komentarnya. Kritik yang bagus juga butuh pendengar bagus, ya kan? 😉

  14. 16 roysim 15 Desember, 2007 pukul 12:21 am

    Hipnotis lewat TV?? wah dedy corbuzier bisa belajar dari film ini nih, bisa diulas lebih dalam lagi bagaimana sebuah tayangan media secara spontan dapat menggoyahkan iman seseoarang, bisa juga untuk dikembangkan lebih lagi contohnya hipnotis dari TV untuk para koruptor di negara ini, cool.. but, aneh tayangan kyk gini dilarang padahal kan ada moment nya pas natal gitu.. kalo pas lg lebaran sih ya emang namanya kurang ajar, pokoknya yang penting nanti filmnya ga aneh2, seperti ntr ada orang jahat trus pas meninggal eh dari badannya keluar ulat2, badannya busuklah, dari liang kubur keluar asaplah, trus ntr anaknya melawan orang tua ato karena murtad lalu ditampar, Plaaakkk..

  15. 17 islam feminis 15 Desember, 2007 pukul 1:26 am

    Siapakah gerangan yang menjadi obyek pembicaraan? Hanya penulis yang tahu secara pasti…

  16. 18 ania 15 Desember, 2007 pukul 10:20 am

    ha……?????

    ko bisa y..

    orang terhipnotis cuma lewt tv…

    u>>>>>

    kerenn…

    tapi tetep ja…

    ga bgi w…

    agama w,,, y w,,,

    agama lo ,, y lo,,,

    udah deh karang introspeksi diri ja,,,

    apa lo dah bener ngelakuin kewajiban dari agama lo???

    m….

    pesen y,,, dari w,,,

    jangan mudah terhasut atas iming sesuatu..

    klo lo dah yakin lo bener.. kenapa harus ikut2an..

    karang mendingan lo tebelin iman ja deh,,

    ga sah yang macem2,,

    orang mereka yang berkarya,,,

    ko malah kita yang repot,,

    klo w sih tetep di agama w..

    ga mau pindah…

    w takut ma nerakanya Allah SWT

  17. 19 Sastro H 15 Desember, 2007 pukul 11:16 am

    Wah saya sich gak punya jenggot jadi gak mungkin jenggot saya kebakaran pak…Hanya makhluk berjenggot saja yang jenggotnya bisa terbakar…Ha ha ha

  18. 20 manusiasuper 15 Desember, 2007 pukul 2:10 pm

    Numpang nge-link bos, saya suka tulisannya…

  19. 21 Emperor yazekatsu kageboshe 1 15 Desember, 2007 pukul 2:33 pm

    Mungkin si penulis artikel emang orang yg trganggu mentalny,bisa dlhat dr banyakny kata anjing yg dpakai,ato mngkin jg dia itu pncinta anjing,tp tak ada yg bs memastikan bahwa orang itu sehat ato tdak,

  20. 22 venus 15 Desember, 2007 pukul 3:04 pm

    eh, tulisannya keren. saya juga nulis soal yg sama, tapi gak sekeren ini 😀

    boleh pinjem gambar ilustrasinya? makasih..

  21. 23 Emperor yazekatsu kageboshe 2 15 Desember, 2007 pukul 3:13 pm

    4 the writer:
    Air keruh dalam kardus
    Kemeruh dhus!

  22. 24 fiona 15 Desember, 2007 pukul 3:38 pm

    ayo nonton rame2.. kt buktiin ada hipnotis ato ga.. :p

  23. 25 musyaffacell 15 Desember, 2007 pukul 4:04 pm

    Anda sendiri cuma bisa cuap2 lewat blog. Apa yg Anda sudah sumbangkan bagi ummat Islam dan penyebaran Islam? apakah Anda sudah lebih baik daripada para ulama? wah… hebat sekali Anda ini.

  24. 26 dkmfahutan 15 Desember, 2007 pukul 4:13 pm

    My Hope Indonesia

    Film ‘Sebuah Penantian” (aslinya berjudul “My Hope Indonesia”) merupakan bagian kecil dari rangkaian program pemurtadan di seluruh dunia. Agar kita semua lebih jernih dalam menilai program ini, maka di sini akan dicopy-paste keterangan tentang program tersebut dari situs Kristen sendiri, yakni dari “e-MISI’ yang sumber aslinya diambil dari www. Billygraham. Org/ourMinistries/international/myHope.

    Inilah salinannya:

    “My Hope” merupakan kombinasi yang strategis dari program-program televisi penginjilan dengan energi yang dimiliki ribuan gereja- gereja lokal. The Billy Graham Evangelistic Association sedang menguji coba proyek ini di Amerika Tengah, dengan harapan bisa menyebarluaskannya ke seluruh dunia, dari satu negara ke negara lain, sesuai dengan berkat dari Allah dan persediaan sumber daya.

    Projek “My Hope” bertujuan untuk memenangkan puluhan ribu orang di setiap negara sehingga mereka bisa mengenal Yesus dan secara aktif meneladani Dia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal tersebut dapat tercapai dengan cara memberitakan Injil ke setiap negara, memfokuskan pada program-program televisi regional, dan melibatkan gereja-gereja nasional dan organisasi-organisasi Kristen dalam hal promosi, distribusi, mobilisasi, dan follow-up dari siaran program- program televisi tersebut.

    Projek ini akan dikembangkan ke semua benua di mana setiap benua dibagi menjadi beberapa wilayah (berdasarkan bahasa/geografis/ budaya, dan sebagainya.). Projek ini telah dikembangkan di Amerika sejak Juli 2002 dan mulai beranjak menjangkau wilayah-wilayah di Eropa dan ke seluruh penjuru dunia. Diharapkan akan tersedia 3 – 5 transmisi program televisi di setiap negara. Proyek ini akan berputar — jika program ini telah dipancarkan ke seluruh negara, maka prosesnya akan dimulai lagi ke setiap negara dengan tingkat yang lebih tinggi.

    Program-program “My Hope”, selain disesuaikan dengan budaya setempat, juga mempunyai muatan Injil yang jelas termasuk alamat kontak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Tidak ada iklan yang lewat saat program disiarkan. Radio juga akan digunakan sebagai media promosi dan follow-up dari program ini.

    Gereja-gereja nasional membentuk jaringan pendukung untuk pelaksanaan proyek ini. Komite Nasional Interdenominasi akan berfokus pada doa, perencanaan, promosi, konseling, mobilisasi pelatihan, dan follow-up. Mobilisasi pelatihan ini disediakan bagi ibukota dan kota-kota lain yang menghendaki di setiap negara.

    Program ini didistribusikan melalui jaringan TV nasional, pemancar TV lokal, dan di manapun tempat melalui jaringan satelit, video, dan sebagainya. Program ini akan diudarakan dalam jam tayang utama di jaringan- jaringan televisi nasional.

    Sebuah kantor sementara didirikan di setiap negara. Kantor ini ditangani secara terbatas pada saat sebelum, selama, dan sesudah transmisi program melalui organisasi-organisasi dan individu- individu yang menjadi partner gereja.

    Seri kedua dari projek “My Hope” internasional mengambil tempat di Panama selama minggu Paskah 2003, dan langkah pertama telah dilaksanakan di Paraguay dan Venezuela. Para pemimpin gereja sangat antusias saat mengetahui bagaimana media ini bisa memberikan dampaknya bagi seluruh kota. Media televisi (sebuah budaya populer) yang mudah diakses oleh banyak orang merupakan sarana untuk memberitakan Injil di wilayah ini.

    Anda bisa langsung menjelajahi situsnya untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang pelayanan outreach penginjilan dengan menggunakan media televisi ini. Pelayanan ini telah menolong ribuan orang untuk mengenal Kristus. Juga, terus doakan jutaan orang di Paraguay dan Venezuela yang saat ini merindukan kesempatan untuk bisa mengenal dan menerima Kristus serta pengharapan yang Dia berikan. (Sumber: Situs Billy Graham Evangelistic Association).

    Sebagai tambahan, saat film “My Hope India” diputar tahun 2006, berbagai milis dan situs Kristen menyebutkan bahwa program ini, “Telah berhasil memenangkan jutaan orang di India ke pangkuan Yesus Kristus” dengan arti lain: telah berhasil menjadikan jutaan orang India masuk Kristen. Bagaimana di Indonesia?

    http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/14/program-my-hope-dan-pemurtadan/

  25. 27 warnetubuntu 15 Desember, 2007 pukul 4:14 pm

    hmm.. Adhominem *geleng2 liat komentar diatas* masih ada aja orang yg tidak bijaksana dalam berdiskusi…

  26. 28 tarzan 15 Desember, 2007 pukul 4:24 pm

    Good writing! Tapi menurut saya sih introspeksi itu milik semua orang, termasuk kami yg kristen juga. Entah anda tau ato tidak, dulu, banyak umat kristen yg suka nonton dan denger khotbahnya Aa Gym, karena isinya yang menyejukkan dan membangun rasa kasih sayang, dan kadang bisa lebih baik dari khotbah pendeta, sebelum beliau memutuskan untuk menikah lagi 😦

    So, don’t be sad my fellow moslem friends. You can do it too.

    Asal, tidak menyebar kebencian dan dengan tulus memberitakan kebenaran — yang mungkin saja suatu kali kelak benar2 dapat menyelamatkan kita dari azab yg kekal — mestinya syiar yang sehat tidak perlu dimasalahkan. Bukankah Islam juga agama dakwah? Peace…

  27. 29 venus 15 Desember, 2007 pukul 5:38 pm

    lapor, bos. saya udah nonton filmnya, gak wudhu dulu, gak zikir sepanjang waktu seperti dibilang di email2 itu “supaya terhindar dari pengaruh mistis”. nonton biasa aja tanpa prasangka apa2, dan kesan saya, filmnya biasa aja. film keluarga biasa, indonesia banget lengkap dengan tangis2annya 😀

  28. 30 hariadhi 15 Desember, 2007 pukul 6:21 pm

    @Emperor yazekatsu kageboshe 2 & musyaffacell
    Alhamdulillah, dicap terganggu mental, dituduh memancing di air keruh, dan cuma bisa cuap-cuap.

    Sumbangan gw untuk penyebaran Islam? Ga usah dikasih tau dan gw sendiri pun udah lupa. Biar Allah saja yang catat. Paling ga sejauh ini gw udah berusaha ga ikut-ikutan membodohi saudara seagama gw dengan memforward berita ga jelas itu. Makasih banyak buat kritikannya, anyway.

    @fiona
    Yuk ayuk, nonton. Sayang ga punya TV, besok aja kali yang di TVRI. Numpang TV tetangga, hihihi.

    @dkmfahutan
    Kalau mas anak kuliah tentu tahu caranya membesar-besarkan angka statistik dan kemudian mengklaim jutaan penduduk India sudah dipengaruhi ajaran Kristen. Jadi apalah artinya angka? Mengapa harus takut? Mengapa harus kebakaran jenggot? Lupakah dicukur jenggotnya? Eh maaf, maksudnya apakah kuasa Allah lebih lemah dari deretan angka?

    Gerakan evangelis sendiri bukan gerakan yang terlalu disukai pihak gereja. Mau tahu sebabnya? cari saja di internet…

    @venus
    Hati-hati..mbak! Itu artinya mbak sudah terpengaruh hipnotis karena sudah kehilangan kesadaran. Mbak “yang sebenarnya” di dunia nyata sedang murtad, lho. hahahaha. *ehm, becanda.

    Begitu yah.. Makasih buat informasinya. Bagaimana ini yang berkeras bahwa My Hope India itu film hipnotis? Apa Billy Graham sudah sukses menggantikan pamor Dedy Corbuzier?

    @manusiasuper
    Monggo…

    @roysim
    Betul. Intinya adalah koreksi diri. Sebelum merasa terbakar dengan karya orang lain, sudahkah kita menanyakan diri, apa karya kita sendiri sudah baik?

    @ania
    Syukurlah masih ada yang lebih takut Allah daripada takut siaran TV. 😉

  29. 31 hariadhi 15 Desember, 2007 pukul 6:41 pm

    @islam feminis
    Objek pembicaraannya? Pada dasarnya adalah kita semua, termasuk gw sendiri 😉 Ini blog, kan?

  30. 32 danalingga 15 Desember, 2007 pukul 6:54 pm

    Tul, jika memang merasa filem tersebut akan menghancurkan iman, maka bikinlah tandingan filem lagi. Ndak usah pusing pusing mikir. 😆

  31. 33 sandynata 15 Desember, 2007 pukul 7:18 pm

    gmn gmn??? gmn rasanya dihipnotis??? udah pada murtad semua kah??? wakakakakakakakaakaaka…..

  32. 34 hariadhi 15 Desember, 2007 pukul 10:21 pm

    @mas joe
    Sorry2 dari kemarin komentarnya kejaring akismet. Baru muncul sekarang. Ada blog lain yang ngelaporin komentar mas sebagai spam kali, yah?

    @danalingga
    setuju…. jangan mau ketinggalan terus. Sekali-sekali kita dong yang di depan.

    @sandynata
    *beep…
    *beep…
    *beep…
    *Tuan mau dibawakan apa..a)Jus b)Sirsak c)Apel
    *input command…

    Hehe, salam kenal bos.

  33. 35 tarzan 15 Desember, 2007 pukul 11:29 pm

    looks like everybody gets your attention, except me 🙂

  34. 36 hariadhi 15 Desember, 2007 pukul 11:37 pm

    ya ampun, maap bos! Scrollingnya patah-patah jadi loncat deh bacanya.

    Itu komennya rada nyindir sinetron ala-ala Hidayah gitu yah. hihihi.

    Soal syiar agama, betul sekali. Sesuai prinsip gw kalau ke blog religius manapun: sudah untung orang diingatkan tentang agama, entah itu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, apapun. Daripada orang yang hobi mengkafir-kafirkan orang lain tapi batinnya kering, ga pernah disiram pencerahan apapun.

    Semua agama menganjurkan kebaikan, kan? Cuma masalah beda jalan aja. Jadi ngapain gontok-gontokan dan boikot-boikotan?

  35. 37 hariadhi 15 Desember, 2007 pukul 11:46 pm

    @Sastro H
    Hmmm.. kok bisa-bisanya ga miara jenggot? Jatah kurban jadi kurang satu dong? 😛

  36. 38 tarzan 16 Desember, 2007 pukul 12:42 am

    mas hariadhi yg baik dan pemberani,

    setuju banget dengan anda. tidak baik meng-kafir2kan, apalagi bila batin kita sendiri kering. itulah sebabnya aku mau komen disini, cause i like ur writing. aku seneng anda ngajak intorpeksi, karena menurutku itu berlaku bagi kami juga.

    soal beda jalan, pasti lah, tapi kita kan tetep bisa bersahabat dan mencoba untuk saling menyelamatkan dari hukuman yg kekal di akherat nanti melalui percakapan2 dan tindakan2 yg tulus.

    nyindir? sorry bos, gw ga suka nonton sinetron kita. mo hidayah ke mo apa juga ke, soalnya lo tau lah kualitas sinetron kita, ga mendidik sama sekali. yg dikatakan ustad in cukup menjelaskan: http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/7c12003422-film-ftv-natal-kristenisasi.htm
    kalo gw presiden, gw bredel semua tuh. apa gunanya menteri pendidikan ato kebudayaan?

    ftv yg tadi juga sebenernya gw ga akan nonton kalo ga dihebohin begitu rupa, terutama oleh kalangan kalian (muslim) sendiri 😦

    dan setelah nonton, kurasa ceritanya bisa terjadi pada keluarga manapun, tentang anak yg sakit hati dan ga bisa maapin bapaknya. dimana murtadnya?

    sometimes i wonder…

  37. 39 hariadhi 16 Desember, 2007 pukul 12:47 am

    Kalau media sudah ikut campur mau apa lagi? Semua pasti digoreng biar laku. Kalau perlu bakar sana bakar sini. Kita cuma bisa bersedih (atau mencak-mencak, kalau ikut cara gw, hahhahahehehe).

    (eh.. alamat blognya di mana, mas?)

  38. 40 tarzan 16 Desember, 2007 pukul 12:53 am

    sorry, aku ora duwe blog. ini nyasar kesini hasil googling:(

  39. 41 hariadhi 16 Desember, 2007 pukul 1:01 am

    haha. Met kenal, kalau begitu.

  40. 42 axlarry 16 Desember, 2007 pukul 4:43 am

    ini maksudnya buruk muka cermin dibelah ya mas?

    *Salam kenal mas

  41. 43 RETORIKA 16 Desember, 2007 pukul 6:23 am

    Islam bikin acara keagamaan : Orang Kristen, Katholik, Budha, Hindu, Konghucu di negri ini nggak ada yang ribut tuh!

    Giliran agama lain membuat acara keagamaan : Seluruh kalangan islam fundamentalis kebakaran jembut, jenggut.

    Mana toleransinya? Mana? MAna? Mana?

    Indonesia bukan Saudi Arabia 😆

  42. 44 david servetus 16 Desember, 2007 pukul 6:56 am

    Toleransi? Bukankah orang Kristen dibiarkan hidup di Indonesia itu adalah hasil toleransi? Bukankah Gereja besar yg berhadapan dengan Masjid besar adalah lambang toleransi? Kalo kamu cari2 masalah, aku juga akan mempertanyakan dimana letak toleransi kamu2 orang Kristen. Apakah kasus Tibo itu bentuk toleransi Kristen thdp Muslim? Apakah pelarangan jilbab di beberapa tempat di Indonesia dan di luar negeri (terutama barat) adalah bentuk toleransi Kristen? Jangan jadikan oknum sebagai perwujudan general dari suatu ummat. Anda ini ternyata kurang cerdas. Cara berfikir Anda telah dirusak oleh rasa benci, sehingga berusaha mencari-cari kejelekan suatu ummat untuk menyudutkan ummat itu.

  43. 45 dobelden 16 Desember, 2007 pukul 8:06 am

    @venus

    brarti pilemnya tipikal sinetron endonesa kayak karyanya punjabi grup itu ya?? beruntunglah saya ndak ngabisin waktu hanya untuk liat yg begituan..

  44. 47 RETORIKA 16 Desember, 2007 pukul 11:48 am

    @ david servetus

    fyi : saya bukan orang kristen, saya islam

    1.Tibo kan udah di hukum mati dan itu memang pantas, trus masalahnya apa? Itu bukan toleransi, itu kriminal. (bisa kan dibedakan)

    2.LARANGAN JILBAB BERLAKU DI NEGARA NON MUSLIM KAN?

    3.DI NEGARA BERHUKUM ISLAM TERJADI SEBALIKNYA, POKOKNYA PEREMPUAN WAJIB JILBAB, APAPUN AGAMANYA!

    ============================================================
    Bukankah orang Kristen dibiarkan hidup di Indonesia itu adalah hasil toleransi
    ============================================================

    HAHAHA! 😆
    memangnya orang yang berhak HIDUP DI INDONESIA hanya orang islam saja? Lucu sekali anda, karena indonesia sendiri pun BUKAN NEGARA ISLAM! bagaimana jadinya jika setiap orang non muslim mau anda bunuh gitu? 😆

    kalo saya to the point, anda itu seorang muslim yang DUNGU + BIADAB! karena membuat kesan bahwa islam merupakan agama yang tidak toleran.

    Saya malu, bila ada orang yang ngakunya islam tapi berpikiran dungu, biadab dan bodoh seperti anda ini. 😆

  45. 48 fiona 16 Desember, 2007 pukul 12:20 pm

    gw ga kehipnotis tuh.. filmnya biasa aja.. berpesan moral dan (kalo yg saya lihat) ga ada pemaksaan masuk kristen sama skali.. mirip2 film menjelang ramadhan lah (dulu gw suka nonton loh :p) cuma bedanya kalo film menjelang ramadhan itu islam, film ini kristen..

    gosipnya jg ga diselingin iklan sama skali.. buktinya diselingin iklan tuh..

  46. 49 Mihael "D.B." Ellinsworth 16 Desember, 2007 pukul 4:14 pm

    Masih ingat perilaku anak – anak Indonesia yang seringkali tidak sadar diri dan berperilaku sebagai robot beridentitas massa ? 😉

  47. 50 tarzan 16 Desember, 2007 pukul 8:53 pm

    david servetus 16 Desember, 2007 di 6:56 am

    “…Bukankah orang Kristen dibiarkan hidup di Indonesia itu adalah hasil toleransi?”

    Bah! Sejak kapan Indonesia jadi milik orang islam? Camkan bung, bukan hanya darah orang islam yang tercurah untuk negeri ini, tapi darah orang kristen juga! (dan cina juga dan hindu juga dan yg lain2 juga!) Pikiran picik dari orang2 macem kamu inilah yg membuat negeri ini tercabik2 dan ga bisa bangun2 hingga sekarang. Kenapa? karena kalian telah mengkhianati perjanjian! perjanjian apa? Sumpah Pemuda, Sumpah Palapa, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila! Tau ga lo sumpah itu kalo ga ditepati akan mendatangkan kutuk? Karena sumpah itu berarti pake atas nama Tuhan. Kalo dilanggar, berarti lo ngelecehin Tuhan dan akibatnya bisa datang azab yg berat! Dengan banyaknya bencana di negeri ini, lo mestinya mikir dikit, kenafa ini semua terjadi? Mungkinkah karena ngeri ini telah banyak berhutang darah?!!! Think about it!

    Kalo pihak islam mau klaim2 kaya gitu, mendingan dulu kaga usah aja ada sumpah pemuda. Ato mungkin negeri ini dibagi aja yg adil, orang kristen dapet wilayah mana, orang islam dapet mana dst. (walo itu menyedihkan bagi gw). trus gw jadi keinget ama timor-timur. jangan2 dulu mereka mo lepas karena perlakuan2 yg model begini.

    kapaan mas, kita mo bisa bersaing melawan malaysia, singapore, dsb. kalo di dalam negeri sendiri aja kita kaga bisa akur (dan pemikiran macam kamu punya andil yg besar untuk memecah belah! ato lo emang provokator?)

    dulu, waktu masih kecil, kita diajarin, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. masyarakat kita hidup secara gotong royong. kita terkenal sebagai bangsa yg suka tolong menolong. sekarang mana? pemerintah bodoh, tidak bisa mempertahankan nilai2 luhur bangsa! sukarno susah payah membangun yg namanya nation character buildung, jati diri bangsa yg teguh, “kita bukan bangsa tempe”, dst., tapi suharto meruntuhkannya dengan mental korupnya. sekarangpun, setelah reformasi, kita ga mampu memulihkan diri —makanya harga diri kita diinjak2 orang, sampe2 istri diplomatpun ditangkap dan diperiksa di negeri tetangga– eh, tambah lagi orang2 kaya anda yg sok mayoritas, sok berkuasa atas kelompok lain yg mungkin lebih sedikit jumlahnya.

    g juga ga setuju dengan tulisan siapa diatas yg mengatakan spy yg kresten bantu kresten, yg islam bantu islam, dst. buat apa kita satu negara dong? lagian apa nilai luhurnya dalam ajaran macam gitu? yg kresten harus bantu yg islam, yg islam bantu yg kresten dan keduanya bantu semua kelompok yg lain juga tanpa pandang bulu! itu baru sesuatu yg patut mendapat apresiasi dan secara agama dapat dikatakan berbudi ‘luhur’ ato ‘mulia’.

    andai kita bisa membangkitkan sukarno dan kawan2.
    andai kita bisa mewarisi semangat yg membara di dada mereka.
    andai kita bisa berdiri tegak bersama dan berkata dengan satu suara:
    “Hiduplah Indonesia Raya!”

    ah, my indonesia, you have been lost for a long long time…

    Give it back to me, NOW!

  48. 51 al jihad al islam 17 Desember, 2007 pukul 3:18 pm

    gombal loe. ngapain loe ngomong masalah nasionalisme, pacasila. yang ada hanya sampah. hari ini loe bicara nasionalisme tapi elo sendiri tidak memiliki hal itu.
    ane bukan nasionalisme sejati dan saya juga bukan orang yang taat akan agama. tapi kalau ada yang menginjak/menghina agama ane, halal dirinya untuk dibunuh. begitu juga yang menghina negara ane.
    baru bisa bicara aja udah ngomong gituan.
    ane yakin kalau ente itu marxisme atau manusia yang hanya berani bicara saja.

  49. 52 Shelling Ford 17 Desember, 2007 pukul 4:06 pm

    sepertinya gitu. komen kemana2 ketelen akismet terus soale. mebbe ada yang ketakutan sama komentar saya, hahaha!

  50. 53 restlessangel 17 Desember, 2007 pukul 4:17 pm

    halah……

    aih…cafek de……

    busyet. gw juga terima itu sms. gw uda lgsg ga percaya. isu ini cemen bgt siy, harusnya kl orang pake otak dan cerdas, dia g akan terpengaruh ma isu2 dodol kayak gitu. temen gw yg fwd sms itu aja, gw warning biar ati2 ma isu2 yg dibikin utk mengganyang toleransi.

    dan gw termakan oleh publikasi murahan itu. sore itu gw sempetin nonton. eh tp kok sinetronnya anake sophia latjuba ??? gw kira itu yg diribetin. tyt salah jam^^

    setelah baca komen2 diatas, phew, tyt masih banyak orang yg ga cerdas dlm menyikapi suatu informasi. gw ketawa ngakak, pas ada yg bilang, slm nonton di seyogyakan utk wudhu, dzikir, dll. halaaaaaah, plis de aaaaaaah!!!

    gw muslim, tp sedih juga+malu beratz, tyt masih byk sodara2 gw yg reaksioner en ga cerdas.

    dan setelah baca komen2 di atas, gw jadi capeeee deh.

    eh, buat sodara2 gw sesama muslim. mikir dong, mikir. emang segitu lemahnya, hanya krn stimuli/stimulus dr luar, trus iman kita goyah ??? oke, jika itu yg terjadi, salah sapa ???
    analoginya gini aja. lo lagi jalan2 tapi ga liat kanan kiri ato situasi, tll asik liat2.tau2 kesandung batu sampe jempol lu berdarah. siapa yg mau disalahkan ??? kl liat kecenderungan dari komen2 di atas, ada yg mengambil sikap utk menyalahkan batunya dan misuh2 neriaki yg taruh batu. ada yg bersikap utk tetap diam, sadar krn kurang ati2, trus memungut batu itu utk ditaruh tmp aman.

    sekarang pertanyaannya ganti deh. kalo td kan pertanyaannya, ’sapa yg mo disalahkan’. skrg kenapa ga tanya: ‘apa yg akan kita lakukan ??? mengapa gw sampe kesandung???’

    sekedar share aja, kebiasaan nyalahin batu, lemari, sepeda, dll selalu dilakukan ponakan gw yg masih umur 3 tahun. mengapa ??? krn ortu dan org2 disekitarnya mengajarkan, tiap kali anak itu terjatuh, kebentur, kesandung, dll, utk memprotect-nya, si ortu akan menabok ‘tersangka’ aka batu, jalan, lemari, pintu, dll dan bilang “pintunya nakal….cep3, diam ya dek, ga usah nangis…..yg nakal emang pintunya kok…”

    padahal, jelas2 si anak yg ga ati2 waktu jalan.

    moral of the story ??? silakan disimpulkan sendiri.

    gw sih cuma mo pesen aja, terutama utk sesaa muslim, be a smart consumen. kritisi informasi. jgn gebyah uyah. oke ??? sip !!!

    PS. kenapa umat non muslim ga protes kebakaran jenggot ya, dg tayangan sinetron2 yg rame di tivi, yg jelas2 penuh dengan simbol islam ya???? macam si entong, hidayah, dll. -maap ga apal, secara bukan pandemen-

    coba deh, lepas kacamata dan bersikap empati. posisikan diri kita dengan diri mereka. apa ??? ga usah ??? ntar jd kafir ??? musyrik ??? BAH !!!!!

    kita hidup ga sendirian, bung !!! we live under the same sun!!!!

  51. 54 scarletredfield 17 Desember, 2007 pukul 5:30 pm

    Saya suka banget tulisannya.. Kritis abis.. 🙂 Masih ada rupanya orang-orang seperti GuS Dur sekarang ini hehehehe…

    Hei.. kapan mau bersatunya nieh… 🙂
    Indonesia uda nunggu lama bangeeett….

    Jangan khianati bangsa ini.
    Saya yakin kita sama2 sadar kalau bangsa ini titipan Tuhan.. eheh..
    Stop ribut satu sama lain, arahkan mata, dengan ketaatan pada agama masing2 (yang pastinya ngajarin kebaikan.. de el el..), kita sama2 bangun Indonesia..

    Hyaa..

    GBU all..

  52. 55 hariadhi 17 Desember, 2007 pukul 8:24 pm

    @al jihad al islam
    Tiap orang tentu punya definisinya sendiri mengenai nasionalisme, Mas Jihad. Di masa Perang Dunia II mungkin nasionalisme bisa diartikan menghabisi orang yang ingin menghabisi bangsa kita. Tapi kini ada juga yang berpendapat nasionalisme bisa berarti membangun bangsa yang lebih maju dalam cara berpikir dan berbudaya.

    Tapi ya itu, di sini saya bebaskan semua berpendapat. Mas Jihad juga boleh tetap dengan pendapat sekarang. Tidak ada sensor.

    @scarletredfield
    Wadu gw disamain sama Gus Dur. 😛 Agama tidak pernah menyuruh kita menggenosida ajaran lain, begitu kan, ya?

  53. 56 hariadhi 17 Desember, 2007 pukul 8:35 pm

    @restlessangel
    Wah gw suka tuh kalimatnya:

    We live under the same sun.

    And on the same earth, rite?
    @tarzan
    Intinya jangan berparanoid untuk hal yang kita sendiri ga bisa buktiin. Gitu yah mas? *chill down, chill… tarik napaaass.. buaaannng. Yak!
    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    Ga cuma anak-anak, dewasa juga begitu kok ;). Kita semua robot, terutama saat kita menolak anugerah tuhan yang paling indah: Free Will, Free Mind, dan Freedom of Speech
    @Yang lain
    aduh cape balas komentarnya satu per satu. Yang penting silakan terus berkomentar dengan pendapat masing-masing. Semua bebas bicara. Biar nanti pembaca yang menilai kualitas komentar kita.

  54. 57 tarzan 17 Desember, 2007 pukul 11:25 pm

    demi menghargai si empunya blog yg pionir,
    aku akan abaikan gonggongannya.

  55. 58 restlessangel 18 Desember, 2007 pukul 2:35 pm

    @ mas hariadhi :

    ah, itu kalimat gw bajak dr lagunya scorpion jaman gw es em pe, titelnya : ‘coz we’re all, live under the sun’.
    busyet itu lagu, bagus benerrr deh……mengandung energi positif

  56. 59 hariadhi 19 Desember, 2007 pukul 1:27 am

    @tarzan
    Ga pa pa kok mas. Ga ada larangan saling memaki di blog ini. Jadi mari menggonggong bersama-sama hihihi. Maksudnya tetaplah berdiskusi supaya kita bisa mendekati titik temu 😉 (sampai di sana tidak mungkin, tapi mendekati masih bisa)

    @restlessangel
    Haaa.. pantes rasanya ga asing.

  57. 60 tarzan 19 Desember, 2007 pukul 9:02 pm

    mas hariadhi,

    diskusi itu dengan orang yg bisa diajak diskusi. kalo ama preman ga berguna. lagian seperti yg kubilang, aku “komen” disini karena tertarik ama tulisanmu. ga ada keinginan untuk diskusi apalagi maki2. hanya pingin nyumbang suara untuk kalo bisa sedikit meredakan suasana dan menyeimbangkan keadaan, mungkin sedikit banyak sama dengan perspektifmu.

    oleh sebab itu, aku sebenarnya ga terlalu setuju dengan judul blog ini yg mengatakan ‘mereka yg pintar,… dst.’ karena menurutku, semua saja bisa pintar. kalo menurut anda, temen2 muslim-mu kurang pintar, then learn. u can be smart too. simple, bikin sinetron yg menyejukkan hati, wajar, ga dibuat2, menyampaikan pesan penuh welas asih, niscaya kita bisa membumbui dunia dengan lebih baik. jangan kekerasan, kebencian, fitnah, kenginan untuk membunuh, pengkafiran, dll. yg digedein. i believe 100%, u can easily understand what i mean.

    oke, mungkin gitu aja dulu dan kalo ga ada apa2, aku sekalian pamit (karena ngomongin ‘sebuah penantian’, udah basi). dan sebagai salam perpisahan, ijinkan aku mendorongmu untuk terus menyebarkan pandangan yg positif ke sekeliling kita dengan perkataan ini:

    “Blessed are the PEACEMAKERS for they shall be called the children of God.” — Jesus, Matius 5:9

    keep up the good works bro. bye 🙂

  58. 61 hariadhi 19 Desember, 2007 pukul 9:08 pm

    Apalah arti sebuah kata, hehe. Toh maknanya memang seperti mas Tarzan bilang itu. Penyajiannya sengaja dibuat provokatif supaya orang tertarik baca dan ikut mikir.

    Makasih buat dukungannya. Selamat jalan juga. Hayo kita bareng tebarkan kedamaian buat semua orang. Itulah intinya beragama, kan?

  59. 62 tiyokpras 27 Desember, 2007 pukul 9:27 pm

    Sepertinya FTV itu benar-benar hasil konspirasi…

    Yakin!

    Dengan menyebar isu seperti itu hasilnya semakin banyak orang yang ingin nonton.
    Hmm, seandainya saya melarang anda memikirkan seekor gajah berwarna hijau yang memakai kacamata, apa coba yang anda pikirkan?
    Anggap saja isu-isu pemurtadan itu sebagai promosi dari si produser…

    Gitu aja kok ribut???

  60. 63 hariadhi 27 Desember, 2007 pukul 9:43 pm

    Yang akan saya pikirkan…



    kira-kira kacamata gajahnya segede apa, yah? Hehehhee.. Negativisme yah, mas. OK deh. Makasih buat sarannya.

  61. 64 nti 30 Desember, 2007 pukul 7:27 am

    Eh temen2, aku baru singgah and baca komentar2 kalian. Pokoke pd intinya, coba berpikir and bicara dgn hati yang bersih. Toleransi dengan agama lain boleh2 aja bahkan Islam menganjurkan itu. Islam menganjurkan u toleransi and bantu membantu. Asal toleransi yang tidak menyangkut masalah aqidah kita. Ttg film my hope indonesia itu, sy sempat khawatir jg tp malah bikin penasaran loh. pengen nonton tp blm kesampaian. Buat sodara2 muslim, buat aku jg, ngomongnya jgn pake nafsu. Tp kita tetap hrs waspada, di Al quran sdh di warning bahwa ‘ Tidak akan Ridho kaum nasrani dan yahudi sebelum kita ikut cara2 mereka’Jd, gitu aja kok repot, maka introspeksi dirilah sdhkah kita berprilaku sesuai aturan agam kita ? Dan bagi temen2 yang msh mau mendebat peringatan dari alquran ini, maka kita akan tahu seberapa dalamnya keimanan mereka.

  62. 65 Tommy Pradana 4 Januari, 2008 pukul 5:25 pm

    wao, semoga Allah, menghancurkanmu!
    surga terbuka lebar! bagi yang patuh dan ta’at kepada Allah, patuh dan ta’at kepada rasul, ko’ malah kamu mau-maunya masuk neraka!

  63. 66 hariadhi 4 Januari, 2008 pukul 5:34 pm

    maunya masuk neraka, maksudnya gimana?

  64. 67 donie 10 Januari, 2008 pukul 10:24 pm

    mungkin maksudnya, meski kita taat sama Tuhan, tapi non-muslim, tetep masuk neraka.

    eh mas hariadhi, tulisannya bagus.
    saya gak komen apa2, cuma numpang baca2 komen aja.

  65. 68 donie 10 Januari, 2008 pukul 10:25 pm

    maksud saya dengan artikelnya juga tentu saja :p

  66. 69 hariadhi 10 Januari, 2008 pukul 10:59 pm

    Makasih buat kunjungan dan komentarnya ^_^

  67. 70 Nando 5 Maret, 2008 pukul 1:52 am

    satu kata..iri tanda tak mampu…..

    perasaan banyak jg kan ftv tentang islam…
    yg karena banyak dosa trz pas mati angus, pas mati bau busuk…

    idenya aja tuh yang gak mutu

    gak masuk akal…

    so, kenapa mesti jadi iri ama orang laen

    susahhh…..payah…..
    otaknya pada kacau tuh semua emang…..

  68. 71 hariadhi 5 Maret, 2008 pukul 11:00 pm

    *ketawa liat komen di atas 😆

  69. 72 sus_ncus 15 April, 2008 pukul 4:52 pm

    Aku tuh sering dengerin kotbahnya ulama2, sering liat film yang berbau islam, tau gak buat apa…. aku cuma pengen tau cara berpikir kalian aja, gak mau ngapain2. Apalagi dulu sebelum Aa Gym poligami di stasiun TV mana aja aku tonton walau di bulan ramadhan sekarang sih jarang.
    Keluargaku (bude, pakde, om, tante) sebagian besar muslim, temen kantor sebagian besar muslim, kadang2 ada temen yang nyuruh pake kerudung, kadang ada yang nyuruh ikut dengerin kotbah kalau pengajian, bahkan ada yang doain aku dipanggil naik haji. Jawabku cuman ketawa aja, atao kujawab aku dah punya agama tuh.
    Aku beragama katolik, tapi sering denger, sering liat, bahkan baca di internet gak ngaruh tuh, cuma… oh gitu toh, atao senyum, atao kirim pendapat (seperti sekarang).
    Buat temen2 muslim pertebal iman, jangan sedikit2 mudah marah, mudah curiga, nyalahin orang lain, aku yakin hati kalian semakin tenang, dan kita semakin damai hidup berdampingan.
    GBU, wassalam.

  70. 73 astro 23 Agustus, 2008 pukul 11:06 pm

    woiiiiiiiii…. keren banget lo

    gitu namanya jentel

    lo emang pemikir gama masa kini

    terus buat solusi paa orang yang suka adu domba

    biar dia sadar pada apa yang diktkannya
    I like u Bro

  71. 74 angkong 7 November, 2008 pukul 11:00 pm

    mas, jangan mbledos gitu, kritik boleh tapi yang agak bersahaja tho, tunjukkan anda punya niat baik………………….

  72. 76 Myntra Coupons 6 Desember, 2013 pukul 2:19 pm

    Just wish to say your article is as surprising. The clearness in your submit is
    simply great and that i can suppose you’re an expert on
    this subject. Well together with your permission let me to snatch your RSS feed to
    stay updated with impending post. Thank you one million
    and please continue the gratifying work.


  1. 1 Isu Kristenisasi via Audio Visual « all hail rozenesia™ Lacak balik pada 15 Desember, 2007 pukul 1:02 am
  2. 2 Sebuah Penantian, Membongkar Kebobrokan Kristenisasi « Anti Kristus Lacak balik pada 15 Desember, 2007 pukul 1:36 pm
  3. 3 sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane » Blog Archive » siapa menyembah apa Lacak balik pada 15 Desember, 2007 pukul 3:11 pm
  4. 4 Hipnotis Masal - My Hope Indonesia - hahahaha « Sandy’s Blog Lacak balik pada 15 Desember, 2007 pukul 7:01 pm
  5. 5 Kilas Balik « Hariadhi Lacak balik pada 31 Desember, 2007 pukul 3:53 pm
  6. 6 Isu Kristenisasi via Audio Visual | Gunawan Rudy dot Com Lacak balik pada 22 Desember, 2008 pukul 1:06 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: