The End of Humanity…

Yes, it’s already DEAD, deep down inside me.

Masih melanjutkan berita penyelamatan kucing kemarin. Anak kucing-anak kucing itu lepas lagi dan akhirnya dipindah ke tong sampah yang punya dinding cukup tinggi, jadi tidak bisa dipanjat.

Tapi entah kenapa hari ini mereka kembali lepas! Dan kedua anak kucing itu sudah hilang, raib. Tapi saya bisa dengerin sayup-sayup meongan anak kucing kecil. Tampaknya cuma tersisa satu ekor. Dan ternyata tercebur got(again?).

Dan yang membuat saya ingin menangis adalah got itu dibeton, mustahil dibongkar untuk mengangkat anak kucing itu lagi. Yang bisa dilakukan hanya menunggu kematian bagi anak kucing. Saya cuma bisa berharap supaya proses kematiannya berlalu dengan cepat, tanpa banyak menderita.

Hari ini saya benar-benar merasa tidak ingin jadi bagian manusia. Manusia terlalu kejam, manusia membuang begitu saja apa yang tidak dia inginkan, manusia tidak pernah menghargai nyawa makhluk hidup, manusia baru saja gagal menjalankan fitrahnya sebagai kalifah di muka bumi, manusia gagal menyejahterakan dunia. Manusia terlalu egois untuk bisa menjadi rahmat untuk alam.

Tuhan.. hari ini saya terlalu malu jadi manusia.

Sementara jerit tikus-tikus got berpesta pora merayakan kehadiran santapan baru, mengalahkan rintihan kucing kecil yang tidak punya salah apa-apa….

Iklan

4 Responses to “The End of Humanity…”


  1. 1 kuchikuchi 1 Desember, 2007 pukul 12:37 am

    mengacu pada kata2 saya sendiri.. manusia, we only want what we can’t have..(udah narsis, ga nyambung lagi!) :p yah, sabar aja ya har, siapa tau ada malaikat yg menyelamatkan kucing kecil tak berdosa itu di bawah sana.. & yg plg penting.. inget istri di rumah! (lagi2 ga nyambung)

  2. 2 warnetubuntu 1 Desember, 2007 pukul 12:55 am

    saya pernah mempunyai hewan peliharaan kucing.. udah lama sekali.. saat dia meninggal, sedihnya tidak kalah dgn ditinggal orang yg paling dekat 😦 , sekarang tidak lagi memiliki pet, takut kehilangan kyk dulu lagi 😦

    btw, hukum alam tidak pernah jahat.. selalu berjalan secara tetap dan adil.. hanya penilaian kita saya yg mengganggap hukum alam tidak adil atau jahat jika dia kebetulan tidak bersahabat dgn kita demikian juga dgn sebaliknya…

  3. 3 benbego 2 Desember, 2007 pukul 1:01 am

    Ya ampun. seram amat. lagi2 kemanusiaan kita telah hilang. Miris dan serba salah.

  4. 4 hariadhi 3 Desember, 2007 pukul 1:34 pm

    @kuchikuchi
    sampe sekarang gw masih nunggu malikat datang ngejewer orang-orang yang senang buang anak kucing sembarangan. hihihi
    @warnetubuntu
    Alam selalu adil, mas. Kitalah yang selalu curang merusak hukum alam.
    @benbego
    makasih buat dukungannya. 😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: