911 Evening News

Hari ini pulang dari Buaran nganterin pacar, saya tiba-tiba mendengar meongan kecil dari arah bawah. Saya pun berhenti jalan dan mencari-cari arah suara itu.

Ternyata ada seekor anak kucing yang terpisah dari teman-temannya. Kayanya belum bisa melihat dalam gelap, jadi akhirnya kecebur ke got. Kasihan sekali. Badannya bau dan gemetar, dengan suasana langit yang mendung berangin dingin, hampir hujan. Matanya biru sayu, tampaknya sudah hampir kehabisan tenaga.

Akhirnya saya putuskan berhenti dan membungkuk ke dalam got gelap dan bau itu, berharap semoga ga ada ular atau kalajengking di sana. Juga kasihan kalau sampai anak kucing sekecil ini jadi santapan tikus got yang badannya besar-besar.

Karena ga ada kain lap, saya minta ke pacar untuk membelikan tiga bungkus tisu. Dan dengan perlahan badannya dilap dan dikeringkan. Tentu saya harus hati-hati sekali karena badan anak kucing yang tampaknya baru seminggu ini ringkih, jangan sampai saya mematahkan rusuk atau merusak perutnya. Agar bersih sempurna, beberapa kali saya tuangkan air mineral supaya kotorannya larut (duh…. mukanya memelas sekali menahan dingin, maaf ya!)

Setengah jam berlalu, anak kucing sudah mulai kering. Tapi saya khawatir, bau got sudah sangat melekat, bercampur bau tisu. Kalau anak kucing ini sampai tidak dikenali induknya, berarti pertolongan kami sia-sia. Karena itu saya urungkan niat membelikan susu, supaya paling tidak si anaknya tetap bisa mengenali puting susu si induk.

Masalah bertambah lagi karena saudara-saudara korban (lah.. kok jadi kaya kasus pembunuhan, hehe) juga berlarian tanpa arah. Dan benar saja, anak kucing lainnya juga menyusul jatuh ke got. Syukurlah cepat diangkat, sehingga nasibnya tidak menyusul saudaranya. Dan saya juga ga kerepotan mengurus badan dua anak kucing.

Karena itu kami memutuskan membeli kardus ke warung sebelah, agar anak-anak kucing ini bisa “terkurung” hingga induknya menjemput. Tapi masalahnya kecil-kecil juga sudah bandel lho. Kardus AQUA malah dipanjat.

Saya jadi sadar, masalahnya adalah anak-anak kucing lucu ini kedinginan. Mereka mencari sumber cahaya (atau mungki induknya) supaya bisa tetap hangat. Akhirnya kami tambahkan lagi tisu ke dalam kardus. Tak sampai 5 menit, mereka sudah diam. Tidur, barangkali.

Lagi-lagi masalah.. saya baru sadar kalau langit sudah menunjukkan tanda akan hujan. Sementara kami tidak bisa mencarikan tempat yang beratap. Akhirnya kami melempar kardus itu ke salah satu rumah yang kosong karena sedang dibangun. Bukan mau kejam, tapi pagar rumah itu terkunci, jadi tidak bisa diletakkan tepat di bawah atap.

Kalau sampai malam ini hujan, berarti tindakan memasukkan anak kucing ke dalam kardus malah bisa mencelakai mereka. Air akan masuk, sementara mereka ga bisa keluar.

Ya Allah.. semoga malam ini ga jadi hujan….

Besok saya ingin melihat wajah anak-anak kucing itu lagi.

Iklan

10 Responses to “911 Evening News”


  1. 1 kuchikuchi 28 November, 2007 pukul 11:44 pm

    helo mister-saya-mau-puasa-ngeblog-untuk-mengurusi-keperluan-kuliah! puasanya batal total ya? ato sahurnya kebanyakan ampe2 ga tahan pengen lagi dan lagi hihi..btw..

    “Akhirnya kami melempar kardus itu ke salah satu rumah yang kosong karena sedang dibangun”

    tindakan asusila macam apa itu? gimana cara ngelempar kardus berisi anak2 kucing tanpa menyebabkan anak2 kucing tersebut ikut terlempar? ato tu kardus dilakban dulu agar mereka ga kelempar yang tentunya akan menimbulkan efek samping kematian sang anak2 kucing?
    walah, perlu ilmu fisika tingkat tinggi kayaknya tuh..panteslah dulu lo fisdas dapet A.. >D

  2. 2 hariadhi 29 November, 2007 pukul 12:02 am

    udah gw tebak, pasti lu komen duluan hehe.

    Tenang.. tenang..
    Hue.. bukan fisdas bukan dapat A, cuma B! itupun susah payah, hihi. Praktikumnya yang 1 sks itu. πŸ˜€ Udah diitung kok.. begitu kardusnya jatuh, cewe gw udah siap2 nahan di bawah. Pokoke perjuangannya top banget dah, 1 jam keringatan πŸ˜€
    Kita masih bermoral kok.

  3. 3 reza 29 November, 2007 pukul 8:57 pm

    hati-hati lho mas
    nanti anak kucing mikir sampeyan bapaknya

  4. 4 hariadhi 29 November, 2007 pukul 9:24 pm

    nah itulah susahnya. Anak kucing itu kayanya hasil dibuang orang. Jadi jinak banget. Kalau lihat ada orang jalan langsung nurut. Sedihnya, hari ini anak kucing itu kecebur lagi dan tinggal 2 ekor. Sepertinya 1 sudah mati. T_T

  5. 5 bagsholic 29 November, 2007 pukul 10:50 pm

    Lha ada *sMELly cat* ..
    Uhm harusnya di Indo ada canal yaahhh .. atau animal police ..
    Jadi anak kucing yg di buang begini akan dipungut , dan yg tidak bertanggung jawab akan didenda ..

  6. 6 Sayap KU 30 November, 2007 pukul 7:50 am

    “pulang dari buaran, nganterin pacar?” … **cemberut mode ON**

    -Ade-

  7. 7 hariadhi 30 November, 2007 pukul 2:34 pm

    @mbak ade
    Lho kok cemberut? Waduh saya jadi curiga nih, ha ha ha
    @bagsholic
    indeed. Tapi bagus juga kalau kita punya polisi binatang dan sekaligus kesadaran masyarakatnya soal menyayangi binatang cukup tinggi. Seenggaknya kalau mau buang ditunggu sampai bisa cari makan sendiri dulu, lah. Kasian sekali kalau dengar meongnya masih cari2 susu induk. 😦

  8. 8 warnetubuntu 30 November, 2007 pukul 5:58 pm

    *ngelirik komennya Ade*.. *jangan-jangan…..*

  9. 9 hariadhi 30 November, 2007 pukul 9:01 pm

    Hahahaha.. gosipp gosippp… Makin digosok makin siiip!


  1. 1 The End of Humanity… « Hariadhi Lacak balik pada 30 November, 2007 pukul 11:04 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: