Alhamdulillah..

…masih bangga jadi orang Indonesia. Walaupun produk hasil bumi dan industri kita melempem dan mental pejabatnya masih korupsi, ternyata ekspor budaya kita masih diminati negara lain.

barongan2.jpg

Iyalah.. semua pasti emosi kalau reog diaku-akui kesenian Malaysia. Tapi kalau kita teliti, ada beberapa tarian Indonesia lain yang juga “dibajak” tapi masih diakui terang-terangan sebagai kesenian asal Indonesia. Misalnya Tari Lilin dan Tari Piring dari Sumatera dan Kuda Kepang dari Jawa. Dari jenis alat musik, angklung diakui sebagai impor dari Jawa, gamelan juga dikenalkan dari budaya luar,  (walau impor dari Indonesia bagian mana tidak disebut jelas), Keromong dari Jawa, hingga Cak Lempong (Maksudnya Talempong, kali?) dari Sumatera.

Jadi tampaknya masalah barongan yang satu itu terlewat memakai prinsip pemastian, jadi lupa nyantumin sumber (Buset, pemastian….lu pikir wikipedia, Har? hehehe). Bukan karena pengen ngerebut atau mengklaim. (Duh.. media kalau bikin berita suka ga teliti banget, ya? Takut bayar internet mahal, Om?)

Saya jadi kepikiran, mungkin kita udah ga bisa ekspor guru lagi. Tapi masih bisa ekspor dosen kesenian kan? Saya pengen deh kalau ada lowongannya, hehehe. (tunggu lulus dulu kali, yak?).

So, chill down, babes!

Omong-omong ekspor budaya, pernah maen Civilization II ga? Di sana ada goal yang mensyaratkan kalau bisa membuat terpana bangsa lain dengan kebudayaan kita, peradabannya bisa langsung menang. 😀

Foto di atas diculik dari situs heritage pemerintah Malaysia. Hak dipta ada di Kementrian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia. Saya upload dengan alasan penggunaan adil.

Iklan

5 Responses to “Alhamdulillah..”


  1. 1 Mihael "D.B." Ellinsworth 24 November, 2007 pukul 7:40 pm

    Hohohoho…bisa dibilang bahwa Malaysia adalah penggemar Indonesia, buktinya memang mengapresiasikan bentuk kesenangan mereka dengan membajak karya Indonesia, sebagai tribute lho. 😆

  2. 2 hariadhi 25 November, 2007 pukul 1:24 pm

    hahahaha. Besok2 tinggal tunggu konser “Tribute to Indonesia”, kan? Tapi ga perlu tunggu Indonesia almarhum dulu 🙂

  3. 3 kuchikuchi 25 November, 2007 pukul 4:34 pm

    udah tau kalo mereka ngaku2 lagu burung kakaktua hinggap di jendela juga milik mereka? padahal mereka ga tau arti kata “jendela”, BAYANGKANNNNN!!! ga punya spesies burung laen apa buat dijadiin lagu?! kasian ya org ga kreatip kaya mereka2 itu

  4. 4 hariadhi 25 November, 2007 pukul 4:39 pm

    Search Wikipedia Bahasa Melayu. (eh.. bener juga mereka ga puya definisi kata “jendela”) ahahahah.. Suruh ganti “lovebird hinggap di pintu” aja kali, ya? 😀

  5. 5 kuchikuchi 25 November, 2007 pukul 4:46 pm

    loh lg online? ym dong mas..susah amat yah ketemuan.. suruh ganti “CICAKMAN HINGGAP DI JENDELA” aja mendingan..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: