Poor Taman Mini, They NEED You!

gerbangretouch.jpg

Hari minggu kemarin saya menemani pacar ke Taman Mini. Penampilannya mirip-mirip 15 tahun lalu waktu pertama kali saya ke sini. Tentu saja ada beberapa tambahan atraksi, di antaranya The Dome. Idenya sederhana sih, cuma loncat-loncat pake trampolin tapi dengan ketinggian “lumayan”.

thedome.jpg

Tapi tampaknya beberapa tahun belakangan ini orang Indonesia lebih merasa nggayani kalau naik wahana-wahana modern seperti di Ancol atau Seaworld. Mungkin ada stigma buruk juga secara Taman Mini dulu dibangun oleh mantan Ibu Negara “yang itu”. Padahal harga tiketnya murah banget: Rp 9.000. Hanya 1/6 harga tiket masuk Ancol.

tugu.jpg

Jadinya sekarang saya malah lebih banyak lihat orang bule dan turis-turis dari luar daerah. Padahal mereka sudah mencoba menambah bangunan baru yang bisa dikunjungi, lho.

aerowavel.jpg

(Aeromovel yang dulu rasanya keren banget)

FYI, Taman Mini kini sudah mulai dikelola secara profesional, tidak banyak lagi mengandalkan bantuan pemerintah. Jadi kalau tidak banyak yang berkunjung, saya pikir beberapa tahun proyek unik ini bakal tinggal kenangan.

patung.jpg

patung.jpg

Jadi, buat yang punya kenangan masa kecil di sana, (juga mereka yang ngaku-ngaku nasionalis membela lagu Rasa Sayange, hehehe) ayo jangan malu untuk diulangi lagi kunjungannya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau ngejaga warisan budaya?

Taman Mini Indonesia Indah need you!

tenunikat.jpg

Gambar-gambar di atas saya lisensikan di wilayah public domain, silakan diedit dan dipublikasi di tempat lain.

6 Responses to “Poor Taman Mini, They NEED You!”


  1. 1 Xaliber von Reginhild 8 November, 2007 pukul 1:31 am

    Kalau kalangan atas kayaknya lebih suka ke tempat-tempat eksklusif, sementara kalangan menengah ke bawah mungkin lebih suka ke Dufan seperti yang dibilang itu.πŸ˜›

    Saya sendiri terakhir ke TMII haya untuk tugas sih… soalnya pada dasarnya ngga suka keluar sih.

    Btw, fotonya bagus, mas.πŸ˜€

  2. 2 Mrs. Yusuf 8 November, 2007 pukul 8:42 am

    Yang jadi masalah di TMII Itu antar museum sam antar anjungan jauh sekaleee… bisa sih pake motor tapi panas, mobil gak punya:mrgreen: Shishishishi…
    Trus di TMII ada bis wisata kaya taman Buah mekarsari gak sih?? Kok gak pernah liat yah?? lumayan kan kalo ada…

  3. 3 hariadhi 8 November, 2007 pukul 10:09 pm

    @Mrs. Yusuf kayanya sih ada sejenis mobil golf gitu deh. warnanya kuning. Kalau mau yang santai dikit ada tempat sewa sepeda. Panas sih, tapi sehat kan?
    @Xalibar. Kamsia buat pujiannya. Ga ada niat ke sana lagi someday?

  4. 4 Xaliber von Reginhild 9 November, 2007 pukul 12:00 am

    Ah iya… mungkin kalau difasilitasi lagi dengan semacam ‘bis’ mungkin lebih enak.πŸ˜› Tapi “kereta api” yang dulu bagaimana?

    Hehe, belum ada rencana. Berhubung saya ke mal aja juga jarang.πŸ˜› Mungkin akhir tahun nanti, atau justru tahun depan…

  5. 5 Fa 9 November, 2007 pukul 10:02 am

    uang tiket 9ribu, tapi ongkos ke sananya bisa jutaan (dari Jogja maksutnya)πŸ˜€

  6. 6 hariadhi 9 November, 2007 pukul 10:34 am

    @Xaliber
    1kereta api masih ada.. aeromovel juga masih jalan (itu ada fotonya di atas). Tapi sayang aeromovel dan kereta gantung masih kurang perawatan. Kacanya retak dan gores di sana sini. Jadi sulit untuk moto dengan sudut enak.
    @mba Fa
    Hahahhaha… jangan takut, saya tunggu sampai udah kaya juga ga pa paπŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: