Perjuangan Itu Belum Selesai

gantungan.jpg

Akhirnya setelah sekian lama diperjuangkan lewat banyak media, korban-korban Graha Finesa Berjangka mulai bisa bernapas lega.  Media Indonesia dan Terkini.com memberitakan dibekukannya izin administratif GFB oleh BBJ. Alasannya karena perekrutan nasabah yang tidak wajar.  Situs Detik juga membahas banyaknya karyawan (mereka bilang nasabah?) yang tertipu gara-gara lowongan palsu ini.

Tapi di kapanlagi.com memuat alasan pembekuan karena manipulasi data nasabah, bukan penipuan lowongan kerja. Jadi mungkin masih beberapa lama lagi hingga perusahaan-perusahaan sejenis seperti maxgain untuk kena getahnya.

Di sisi lain, Media Indonesia mengutip pernyataan Dirut BBJ seperti berikut

GFB telah melakukan pelanggaran mendasar yakni membujuk nasabah dengan cara membuka lowongan kerja guna menjaring nasabah dengan diberi janji mendapat profit yang bagus, serta menyetor dana terlebih dahulu.

Artinya masih ada kemungkinan untuk menyeret perusahaan-perusahaan serupa seperti Maxgain. Tentunya dengan memberi informasi kepada BBJ pelanggaran seperti apa yang mereka lakukan. Butuh keberanian dari korban untuk melaporkan hal seperti ini.

Sayangnya situs BBJ masih belum memuat berita ini, dan nomor rekening Graha Finesa Berjangka pun masih tercantum di daftar rekening pialang berjangka anggota BBJ. (silakan tebak sendiri rekening mereka yang mana, heheheh)

Paling tidak, selamat untuk perjuangan semua! Mungkin belum seberapa, tapi ini bisa jadi langkah awal sebelum praktik kotor seperti ini bisa tuntas dari Indonesia. It’s about time…

Berita ini berawal dari blog Things Left Unsaid.

Gambar di atas saya ambil dari Wikimedia Commons dengan lisensi public domain.

[Update] Ada koreksi dari blog Things Left Unsaid, bahwa alasan pembekuan juga karena perekrutan pekerjaan tidak sesuai dengan kebutuhan.

2 Responses to “Perjuangan Itu Belum Selesai”


  1. 1 yuniatiningsih 14 Juni, 2010 pukul 2:53 pm

    Graha Finesa Berjangka
    Wisma BNI 46 Jl. Panglima Sudirman Jakarta
    udah lupa lantai berapa….
    Sebenarnya cerita ini mau saya simpan dalam hati saja. Saya jauh jauh datang dari kota Malang jawa timur dengan suami saya dan meninggalkan 2 anak saya, karena tertarik dengan iklan kompas waktu itu. karena sms saya direspon tentu saya sangat bersemangat..tentu karena belum punya uang buat pergi ke Jakarta maka saya tunda dulu acara wawancara dan training yang akan dilaksanakan selama 3 hari. Setelah adik saya selesai acara resepsi pernikahan orangtua saya memberi saya uang 300rb dan saya berangkat ke jakarta dengan suami saya. Untungnya suami saya punya nenek yang tinggal di Jl.pendidikan VII Duren Sawit Jakarta Timur. Penampilan saya tidak menarik t-shirt panjang dengan blazer biru celana jeans dan sepatu ket buterfly. kok diterima ya…. waktu itu yang wawancara saya adalah ibu indi yang baik hati.. sebenarnya saya sangat tidak mengerti saya itu bekerja di tempat apa..saya tidak peduli…saya diteriam sebagai ABM karena saya tidak punya modal dan tidak punya kenalan orang kaya yah lumayan lah saya bisa buat telp.2 orang buka-buka email…setelah tidak ada orang lagi…rupanya mereka memakai sya sebagai trainer dan bagian interviewer dengan penampilan yang sama ….sepatu ket and celana jeans…besoknya saya dikasih rok hitam dan dipinjemi sandal dengan hak sedikit tinggi..lumayan lah agar kamu bisa intrview orang. besok2nya bagaimana saya harus berangkat ke gfb? tidak punya uang bagaimana makannya.yah terserah deh ngutang dulu tidak apa2 kan waktu interview di janjikan gajian 1 juta. udah bisa intervie orang udah bisa dikte trading HKSI…bla..bla…lupa gimana bilangnya. trus kita harus rayu rayu orang, mengorek keterangan tentang kekayaan orang yang di training. gak enak banget sih sebenarnya. tapi cuek aja. pulang berikutnya saya ngutang manajer saja buat pulang.. berikutnya ngutang lagi buat beli makan..suatu ketika kepala divisi saya bercengkerama gimana kalau yuni jilbabnya dibuka trus rambutnya diekstension? pasti keren…oh gundulmu dalam hatiku tiba saatnya gajian ini tanggal 1 januari 2009 aku masuk bulan desember 2008 wah pasti aku dapat 1 jt nih ternyata cuman dapat 800 brp gitu soalnya aku tandatangan kontrak tanggal 9 desember. yah udah deh dalam hati aku pastikan aku tidak akan kembali lagi besok. malam ini bos nraktir makan dan kumakan semua yang dipesan termasuk sate bos kuhabiskan. biar aja.kenang-kenangan kan mereka tidak tahu kalau besok sudah goodbye…untung aku masih punya sampingan privat renang setiap sabtu sore dan minggu pagi di Rainbow Sport Club Buaran Regency Duren Sawit Jaktim.Totalan Bayar Utang transport and makan semuanya 600rb. sisanya buat pulang kampung ke Malang ketemu dengan anak dan keluarga. sampai rumah sedih banget anakku yang kecil udah lupa ama aku…Thanks God aku dan suami selamat.h ya selama aku kerja di GFB suami aku jadi pengangguran sebab pekerjaan yang dilamar tidak sesuai dengan yang diharapkan jadi selama 40 hari itu pula suamiku di rumah nenek sambil menantikanku pulang berangkat jam 6.00 pulang jam 10 malam.
    Yuniatiningsih, Sarjana Pendidikan Jasmani Univ. Negeri Malang
    dalam cerita 40 hari di Jakarta


  1. 1 graha finesa dibekukan « things left unsaid Lacak balik pada 3 November, 2007 pukul 3:57 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d blogger menyukai ini: