Arsip untuk November, 2007

The End of Humanity…

Yes, it’s already DEAD, deep down inside me.

Masih melanjutkan berita penyelamatan kucing kemarin. Anak kucing-anak kucing itu lepas lagi dan akhirnya dipindah ke tong sampah yang punya dinding cukup tinggi, jadi tidak bisa dipanjat.

Lanjutkan membaca ‘The End of Humanity…’

Tuan, Anda Senang Berdebat?

Kapan terakhir anda berdebat? Bagaimana hasilnya? Menang? Kalau ya, anda perlu baca tulisan ini.

Tersebutlah suatu BUMN di bidang teknologi dan industri yang memiliki pasar internasional, hendak bernegosiasi menjual produknya kepada orang yang berkuasa di Malaysia.
Lanjutkan membaca ‘Tuan, Anda Senang Berdebat?’

Hak Milik Publik

publicdomain.jpg

Banyak yang misuh-misuh kalau saya lagi ngejelasin hak cipta. Katanya hak cipta itu produk kapitalis, lah, menghambat perkembangan ilmu pengetahuan, lah, memperkaya negara adikuasa lah.

Apapun, yang jelas sulit sekali menjelaskan bahwa hak cipta perlu sekali. Bukan hanya masalah komersialnya, tapi hak cipta juga memberi kesempatan kepada penciptanya untuk merawat karyanya (biasanya berlaku untuk seniman), juga memberi keleluasaan kepada pemilik hak cipta untuk menentukan penyebarannya.

Lanjutkan membaca ‘Hak Milik Publik’

911 Evening News

Hari ini pulang dari Buaran nganterin pacar, saya tiba-tiba mendengar meongan kecil dari arah bawah. Saya pun berhenti jalan dan mencari-cari arah suara itu.

Ternyata ada seekor anak kucing yang terpisah dari teman-temannya. Kayanya belum bisa melihat dalam gelap, jadi akhirnya kecebur ke got. Kasihan sekali. Badannya bau dan gemetar, dengan suasana langit yang mendung berangin dingin, hampir hujan. Matanya biru sayu, tampaknya sudah hampir kehabisan tenaga.

Lanjutkan membaca ‘911 Evening News’

Harga Diri, di Mana?

Sebagai seniman, desainer, atau pengrajin, kadang penghargaan orang lain terhadap karya kita jauh lebih menyenangkan daripada segepok duit. Kadang orang-orang seperti kita berbuat gila, karya yang harganya milyaran bisa diberikan gratis hanya masalah suka. Atau kalau memang ga ada niat melepas, dikasih jaminan kemakmuran ekonomi tujuh turunan pun ga akan dipindahtangankan.

Nah.. tapi ya harga diri seniman itu kadang berlebihan, cenderung mengada-adakan masalah yang ga ada. Misalnya kalau saya fotografer, foto saya keliatan dari metadatanya dibikin pake kamera mahal, D100, orang malah bilang “Yailahhh… kamera lu mahal kok motretnya cuma segini”, atau “Motretnya di studio, pake 3 lampu. Fotonya cupu. Dasar borju!”

Lanjutkan membaca ‘Harga Diri, di Mana?’


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
November 2007
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930