Seni punya Trend?

Beberapa saat lalu saya jalan-jalan di google dengan keyword “artikel seni”, sampai nemu forum, sepertinya milik anak ISI, dengan topik seperti ini:

Adakah Trend Seni Lukis?

Pertanyaan ini selalu menggangguku dari dulu, sepengetahuanku seni lukis adalah seni murni, dan bukan seni terapan, sehingga apapun karya yang lahir murni berasal dari individu sang seniman tanpa campur tangan pihak pengorder dan tanpa ada pertimbangan selera pasar.
Diakui atau tidak, aku selalu melihat adanya pergeseran trend seni lukis pada jaman aku masih aktif melukis dulu, pada masa kejayaan (laris manisnya) lukisan ekspresionis misalnya, tiba-tiba seluruh kampus dipenuhi dengan lukisan beraliran ekspresionis, demikian juga dengan masa kejayaan lukisan pop art, realis dll.

Mohon maaf kalau suara saya di sini sedikit sok tahu. Posisi saya di sini pun bukan sebagai seniman murni, lebih ke mahasiswa yang lagi belajar¬†desain. Tapi dari demikian banyak sejarah aliran-aliran besar seni lukis, yang saya asumsikan sebagai percakapan mereka tentang “trend” itu, saya percaya bahwa belum ada satu aliran pun yang dimaksudkan untuk diikuti ataupun mengikuti orang lain.

Mungkin saja suatu aliran punya penganut yang banyak, tapi kebanyakan lebih karena mereka dari awal sudah memiliki satu ide tentang seni lewat diskusi panjang, yang katakanlah sekarang ngetrend dengan istilah brainstorming. Tidak ada posisi siapa trendsetter dan siapa yang jadi pengikut.

Menurut saya dalam setiap sejarah lahirnya aliran seni lukis, ada masalah estetika tertentu yang harus dipecahkan. Hal itulah yang membuat tidak ada aliran yang eksis selamanya, karena tiap zaman punya permasalahan yang berbeda.

Jadi saya pikir ketimbang memikirkan “trend apa lukisan tahun ini?” seniman kita tentu lebih elok kalau mempertanyakan “masalah apa dalam seni lukis tahun ini?”. Karya-karya yang relevan dengan masalah zaman inilah yang menurut saya akan menghasilkan produk masterpiece ketimbang teknik yang halus atau istilah ironis: “mengikuti perkembangan zaman”.

Masalah apakah seniman akan hidup dengan idealisme, tentu kita balik lagi dengan pertanyaan, lalu buat apa lagi ada pekerjaan seniman? Kalau seniman saja sudah berpedoman ke trend, nanti desainer mau berpedoman ke mana dong?

0 Responses to “Seni punya Trend?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: