Jadi, ke Mana Rasa Nasionalisme Saya?

Hari ini saya dapat pengalaman sedikit nusuk hati. Ceritanya karena hari minggu, saya bangun lebih pagi. Maksudnya jalan-jalan biar sehat. Sampai di museum sebelah YAI, saya tertegun, kok bisa banyak mobil parkir di sini. Ada yang paling mewah (barangkali) dengan nomor plat RI 16. Wah.. menteri nih, pikir saya.

Maka saya bertanya ke bapak-bapak yang sedang menjaga mobil ambulansnya.

Pak, ada acara apa ya…

Si Bapak menatap saya heran, marah barangkali..

Maaf pak, maksud saya, ini lagi banyak mobil parkir lagi ngerayain acara apa?

Si Bapak makin melototin saya, dan akhirnya ngomong:

Sekarang lagi perayaan Sumpah Pemuda! 28 Oktober!

Ya Allah.. mungkin hari ini ga begitu penting dalam hidup saya. Tapi apa iya saya boleh lupa peringatan kaya begini?

Ini mungkin jadi catatan penting buat saya, betapa kita mulai tidak pernah mengacuhkan kebanggaan atas bangsa sendiri. Lah masak hari bersejarah aja bisa lupa. Padahal kalau lagi ada provokasi “Ganyang Malingsia” kita paling rame ikut berkoar-koar.

Saya jadi mikir, kalau semua orang Indonesia kaya saya, tentunya normal kalau beberapa tahun lagi Malaysia jauh lebih sibuk merayakan “17 Agustusan”, hehehe…

Tentu saja merayakan Sumpah Pemuda tidak harus ikut apel ke Museum Sumpah Pemuda. Kita bisa jadi pemuda Indonesia yang lebih berkualitas dengan membaca ini:

http://cakmoki86.wordpress.com/2007/10/28/sumpah-pemuda-beranikah-tidak-korupsi/

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/27/opini/3942396.htm

http://sawung.blogspot.com/2007/10/sumpah-pemuda.html

http://iainradenintan.wordpress.com/2007/09/29/angka-satu-dalam-sumpah-pemuda/

http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/29/ketika-manusia-dikalahkan-oleh-sapi-dan-kerbau/

13 Responses to “Jadi, ke Mana Rasa Nasionalisme Saya?”


  1. 1 PotatoChip 28 Oktober, 2007 pukul 3:05 pm

    Sudah saya bilang, sebaiknya anda ga usah lagi jadi WNI, ganti kewarga negaraan aja.

    Warga Negara Indonesia kok cuman NAMPANG di KTP aja, ga malu ya???

  2. 2 cakmoki 28 Oktober, 2007 pukul 5:19 pm

    hehehe, iya ya … kita kebanyakan sibuk dengan perayaannya dibanding dengan mengimplemantasikan perjuangan pendahulu kita…
    Merdeka !!!🙂

  3. 3 hariadhi 28 Oktober, 2007 pukul 7:27 pm

    @PotatoChip
    Oh iya benar… Saya memang bukan WNI yang baik. KTP saya lima bulan lagi mati. Andalah warga negara terbaik sedunia. Iya, kan? Bisa bantu saya bikin KTP baru?😀

    @cakmoki
    Wah.. kalau itu saya lebih salut sama pemikiran anda. Anda sudah lebih dulu bikin artikel Sumpah Pemuda dari saya.🙂

  4. 4 bagsholic 29 Oktober, 2007 pukul 12:42 am

    okies , g no comment .. sumpe lo !

  5. 5 bangaiptop 29 Oktober, 2007 pukul 3:33 am

    Kalau menurut saya, lebih penting untuk memberantas penyebaran narkoba dan AIDS yang makin merebak di kalangan pemuda, daripada memperingati sumpah pemuda di sebuah gedung mewah ber-AC dengan seabreg makanan yang nggak tahu dibeli pake duit siapa.

    Tapi… Hehehe… Mungkin saya memang tidak nasionalis. Dan saya mungkin bukan WNI yang baik. Disaat banyak yang demo dan dengan semangat berteriak ‘SUMPAH PEMUDA!’. Saya malah nulis komen kayak gini.

    Oh ya, salam kenal, Mas Hariadhi.
    😀

  6. 6 blogkeimanan 29 Oktober, 2007 pukul 4:19 am

    Ini mungkin jadi catatan penting buat saya, betapa kita mulai tidak pernah mengacuhkan kebanggaan atas bangsa sendiri. Lah masak hari bersejarah aja bisa lupa.

    Iya bener….
    Ini juga menjadi catatan buat saya, gak usah lihat orang lain, saya sendiri pun lupa kalau hari ini adalah hari bersejarah…
    Saya takut, kalau saya sudah melupakan sejarah, maka saya akan tersesat di masa depan….

    Duh Gusti… moga-moga saya gak tersesat….

    *Terima kasih sudah diingatkan….*

  7. 7 baliazura 29 Oktober, 2007 pukul 10:36 am

    sepertinya sudah jadi bagian dari budaya kita lho,yang lebih mengedepankan perayaan yang menguras uang dibanding praktek langsung.
    blom tentu yang ngasih wejangan melakukan apa yang di celotehkan.

  8. 8 Pacaran Islami 29 Oktober, 2007 pukul 12:12 pm

    Ketika banyak mobil parkir di Museum Sumpah Pemuda, napas Rudi masih ngos-ngosan. Dia baru saja menarik bajak (karena tidak punya kerbau/sapi). Peluh bercucuran dari tubuhnya. Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/29/ketika-manusia-dikalahkan-oleh-sapi-dan-kerbau/

  9. 9 hariadhi 29 Oktober, 2007 pukul 9:06 pm

    @semua
    Semua tentu memiliki cara tersendiri untuk merayakan, tapi intinya tetap kita tidak bisa melupakan semangat 79 tahun yang lalu, bukan begitu?
    @Pacaran Islami
    Yah.. memang miris. Terima kasih sudah membuat post sejenis di blog anda🙂
    @baliazura
    Hehehe.. mas mau gantiin yang lagi pidato itu, ga? Nanti saya nonton acara livenya.
    @bangaiptop
    Salam kenal juga… (maaf kemarin terlewat mengomentarinya)

  10. 10 PotatoChip 31 Oktober, 2007 pukul 7:23 pm

    @hariadhi, maaf saya bukan petugas yg kerjaannya ngurus2 KTP. Masih banyak pekerjaan lain yg lebih penting daripada itu, dan sebaiknya jika anda mau ngurus KTP, urus aja ke polres setempat. Got it?

  11. 11 hariadhi 31 Oktober, 2007 pukul 7:34 pm

    oh.. begitu. Setahun belakangan tempat ngurus KTP udah pindah ke polres ya? heheheh. Terima kasih buat informasinya.

  12. 12 bagsholic 2 November, 2007 pukul 12:55 am

    uhm trus klu ngurus SIM kemana? hihihi *peace*

  13. 13 hariadhi 2 November, 2007 pukul 9:57 pm

    Entah ya. PotatoChip pasti lebih tahu….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: