Tadi malam baru ngobrol sama temen soal etika pekerjaan.
Saya ingat dulu ada cerita soal Farah Angsana, desainer asal Indonesia yang sukses menjual skillnya ke rumah mode terkenal. Tapi satu hal penting yang dia tekankan “Sorry, saya ga bisa kasih tau nama tempat saya bekerja. Itu masalah etika.”
Sejalan dengan dosen tamu yang pernah datang ke kampus saya, kerjanya di Inggris sanah. Saat kami ramai-ramai bertanya di mana dia bekerja, dia menjawab “Sorry I can’t tell you. But it’s a good company”.
Dalam banyak hal kita tidak bisa membeberkan suasana tempat kerja. Masalahnya persaingan ketat. Kalau kita salah membocorkan sesuatu, siap-siap aja dipecat. Entah itu hal yang menurut kita bagus atau jelek. Yang kedua masalah prestise. Mungkin sekali-sekali si bos kasih limpahan proyek besar sama kita. Tapi dia akan malu dong.. kalau ketahuan bukan pekerja senior yang membuat.
Jadi thank’s God, sampai sekarang saya jarang bocorin di mana saya magang. Bahkan moderator pun saya masih kasi teka-teki siapa CD saya sebenarnya. Ada beberapa, tapi harus penting banget (yap.. yap… orang yang pernah saya bocorin atau setengah bocorin berarti saya anggap spesial). Nyaris curhat tapi akhirnya saya simpan sendiri ajah.
Mungkin akan saya kasih bocoran, tapi nanti setelah masa magang saya selesai. Itupun hal yang bagus-bagus aja. Jangan mempermalukan tempat kita dulu bekerja, apalagi di tempat umum. Kalau ga happy ya resign aja, ga usah diumbar.
Sampai detik ini saya masih penasaran siapa Ardie Siswanto. Tapi BIG idea karakter Ardie Siswanto mulai terlihat. Pesan yang ingin dia sampaikan terkuak sedikit demi sedikit.
*balik lagi meringkuk di bawah selimut. tipus*

trus hubungannya dengan ‘etika dunia kreatif’ apah?
salam…
numpang mampir…
Semacam….. jangan bocorin apapun kondisi tempat kerja lu. Mau bagus atau jelek keep it for yourslef aja.