Beberapa minggu ini kelompok saya mempersiapkan suting Audio Visual. Ceritanya iklan layanan masyarakat tentang urbanisasi ke Jakarta. Nah untuk bisa melakukan suting tentu perlu kameranya dong? Untuk alasan kepraktisan teman saya meminjam handycam. Ada tipe yang besar dan kualitasnya lebih bagus (apa namanya ya? Camcorder?), tapi karena ada juga pertimbangan keamanan akhirnya dipilih yang kecil, tak terlihat kalau dipakai.
Sebenarnya tidak ada beda antara kamera fotografi yang biasa saya pakai dengan kamera ini. Kita akan bicara lagi soal eksposure, fokus, white balance, focal lenght. Bedanya hanya yang satu menangkap gambar still, satunya menangkap momen bergerak. Tapi sisanya sama.
Lucunya karena terbiasa dengan SLR saat menggunakan handycam yang serba otomatis akhirnya saya malah kagok sendiri. Tapi ya sudahlah, yang penting tugas selesai.
