Seandainya disuruh membuat artikel mendukung kenaikan harga BBM, saya akan memasukkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
1. Siapa sebenarnya konsumen minyak bumi terbesar? Orang kaya atau miskin?
2. Mana yang lebih boros pemakaian bahan bakarnya? Angkutan kota atau mobil jaguar?
3. Apakah komponen yang mempengaruhi harga bahan pokok hanya minyak bumi?
4. Jika harga dibiarkan tetap, sementara konsumsi mobil dan motor terus melonjak, apa kira-kira pengaruhnya bagi polusi?
5. Apakah satu-satunya alat transportasi hanya mobil?
6. Bisakah anda sebutkan satu saja merk mobil dan motor listrik di Indonesia? Berniatkah anda membelinya?
7. Berapa frekuensi anda berjalan kaki dalam seminggu?
Saya belum mendengar adanya seruan mengurangi pemakaian mobil dan motor dari blogger kita, menyangkut naiknya harga BBM ini. Sejauh yang saya temukan hanya mengeluh dan memaki pemerintah. Sama saja dengan berita membosankan yang saya baca di koran dan analisis pakar-pakar kita yang tak pernah puas kalau tulisannya tidak pesimis.
Sudahkah blogger menjadi pelopor pemikiran baru? Cara hidup baru?

Saya sudah, yaitu dengan nebeng temen pas berangkat ke kantor
g juga udah, bro… sejak issue global warming menguap, g udah nga pernah muter2 ga penting di sore hari, apalagi sejak BBM naik. Menurut g sih, mau nga mau, BBM memang harus naik. Terlalu bnyk faktor sih ya, gara2 orang2 orba yang korup, gara2 selama ini kita terlalu boros jg, gara2 ini dan gara2 itu. Ah, nga ada salahnya kalo kita mulai menghemat! anyway busway, g (blogger) nga komplain tentang kenaikan BBM tuh
*peace*