Kemarin-kemarin ini saya menemukan pengalaman menggelikan sekaligus mengenaskan di salah satu image processing (itu lho, tempat cuci cetak film) ternama di Jakarta. Ceritanya saya sedang menuju kasir. Karena terburu-buru, uang saya jatuh. Dan saya diberitahu oleh satu orang bule yang cukup manis mukanya. Sopan sekali.
Nah setelah beberapa saat mengantri, tibalah kesempatan si bule mengambil fotonya. Sementara saya di belakang persis. Entah kenapa prosesnya lama sekali. Dan tiba-tiba saja dia meledak:
I’VE TOLD YOU MANY TIMES! I’VE BEEN WAITING FOR SIX HOURS! SIX HOURS!!!! DO YOU UNDERSTAND!?!
YOU TOLD ME TO WAIT UNTIL 12 AND THIS IS ALREADY 1 O CLOCK NOW! AND YOU ARE STILL TELLING ME TO WAIT ANOTHER HOUR! ARE YOU CRAZY!? I HAVE SO MANY WORK TO DO AND YOU ARE LYING ME!
Teriakannya menggelegar, mengagetkan seisi gedung. Lenyap sudah image bule imut-imut, berganti kesangaran. Saya penasaran dong, saya denger lagi perkataannya.
I AM TIRED WITH YOU. YOU ARE ALWAYS LIKE THIS. YESTERDAY AND THE DAYS BEFORE YOU LIED TO ME. I AM TIRED WAITING FOR SIX HOURS, OK?! GIVE ME BACK MY NEGATIVES. I WILL GO SOMEWHERE ELSE!!
Dan pergilah si bule imut-imut.
Saya tanya ke mbak penjaga yang mukanya ga enak banget, kayanya pucat dimarahi pake bahasa planet, hihihi. “Jadi kenapa sih , Mbak?”
“Iyah.. tau tuh biasanya dia juga telat ga pa pa. Sekarang ini tiba-tiba marah.”
“Lah emang moto apa dia?”
“Tau deh, kayanya fashion gitu. Aduh biasanya dia ga marah lho kalau telat.”
Oalaaah.. fotografer fashion. TIba-tiba saya merasa semua jadi jelas.
Jadi begitulah, ada sisi yang jarang dipahami orang kita tentang dunia desain. Kelihatannya memang kerjaannya main-main. Tapi biar saya beritahu, di kuliahpun saya mengalami hal sama. Mendesain adalah pekerjaan yang menuntut. Tak ada istilah terlambat atau berlehe-lehe. Deadline terlewat berarti duit melayang puluhan juta, atau dalam kasus saya kuliah satu semester bisa ga lulus. Tekanan tinggi berarti stress berat. Telat berarti PECAT.
Nah, susahnya dengan orang kebanyakan adalah, bangsa kita sudah terbiasa dengan budaya karet, sangat tidak menghargai waktu. Kalau bisa diperlambat kenapa juga harus susah-susah dipercepat? Kita menganggap pekerjaan desain itu sama lambannya dengan pekerjaan semacam lurah atau sekretaris desa.
Oke, mungkin dalam banyak hal, kecepatan bekerja bukanlah segalanya. Tapi tetap saja, harus ada batas waktu yang jelas saat berurusan dengan orang-orang dari dunia desain. Kalau bilang 1 jam ya 1 jam, sehari ya sehari, seminggu ya seminggu. Kalau memang tak sanggup ya bilang saja tak sanggup, jangan berjanji muluk. Bukan apa-apa, dengan waktu yang sempit, kita harus berkompromi dengan banyak tugas sekaligus. Satu jadwal tersendat, seluruh pekerjaan berantakan.
Jadi jangan anggap kalau kita tidak marah berarti tidak ada masalah apapun. Justru kadang kita terlalu tertekan untuk mengurusi banyak detail, terlalu banyak yang harus dipikirkan. Jadi tolong kerjakan bagian sampeyan semaksimal dan secepat mungkin. Jangan buang waktu saya lebih banyak lagi untuk marah-marah.
Dunia desain tidak semudah itu, kan?

Baru tadi pagi saya kena batunya akibat tidak disiplin, mobil saya menabrak mobil depan, akibat semua tidak disiplin untuk mengurangi kecepatan pada saat lampu kuning, bukan malah ngebut seperti saya… akibatnya langsung terasa, karena dimaki-maki bapak yang mobilnya saya tabrak.
Saya janji untuk DISIPLIN …
count down to your birthday … mau hadiah apa?
Suka malu, kalo denger ada bule yang punya pengalaman buruk dengan bangsa Indonesia, malu-maluin.
Hmm.. Dunia desain profesional kayak gitu ya?? Tapi saya belum terlalu merasakan tuh,
Kalo ada kerjaan biasanya emang dikerjain secara santai (tapi tepat waktu lho
) masih desainer amatir sih.
@Gm.
Tapi tugas kuliahnya jangan tanya deh 
. Ga ah.. sekadar ucapan selamt juga udah seneng kok. Jarang-jarang ada yang nyelamatin gw
~
Tenang aja, sama-sama masih amatir kok.
@Rindu.
Lah? hahahahaha (ups.. ga bole nertawain penderitaan orang). Hadiahnya? Pengen dibeliin villa sama mobil mercedes seri terbaru.
kdg2 orang2 itu nga bermaksud buat nyelakain kita (bikin kita kena pecat misalnya).. menurut g, mereka terlalu menyepelekan lingkungannya. Tapi mungkin juga si mba salah prediksi waktu kapan foto2 itu bisa selesei dicetak. (Pengalaman punya teman yang kerja di M Studio Photo. Setau g, biasanya mereka jadi telat karena antrian foto yg perlu diedit.) Mau bilang 1 jam instead of 15 menit nga berani. Karena slogan tokonya ‘cepat dan bisa ditunggu’. Serba salah either way.