Adakalanya kita harus merancang sesuatu yang sama sekali blank dengan informasinya. Ini kejadian dengan kuliah DKV 4 saya. Kita ditugasi membuat kampanye untuk salah satu band bernama Karon n Roll., yang walaupun informasinya sudah banyak di internet –band ini punya akun myspace dan kontak lewat email– namun tetap saja banyak hal yang kurang.
Salah satu informasinya adalah band ini beraliran Retro, back to 60/70’s.
Jelas kita dibikin terbirit-birit, dong? Lah informasi itu kan bukan sekedar nama band, sejarah, dan siapa perusahaan rekamannya saja. Tapi juga harus tahu kultur seperti apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 1960an itu. Karya seninya seperti apa, desainnya seperti apa, musik-musiknya apa saja, lalu peristiwa penting apa saja yang ada di tahun segitu?
Maka saya putuskan untuk mencari tahu sebanyak mungkin budaya tahun 1960an supaya desain yang dihasilkan bisa cocok dengan musiknya, retro. Maka dimulailah acara berburu buku di Gunung Agung. Salah satu korbannya buku “Retrographics” ini. Sebenarnya kepengen belinya sudah lama, tapi duit ga pernah cukup.

