Pelukis bekerja demi hatinya atau demi uang?
Desainer bekerja demi hatinya atau demi uang?
Engineer bekerja demi hatinya atau demi uang?
Guru bekerja demi hatinya atau demi uang?
Dosen bekerja demi hatinya atau demi uang?
Presiden bekerja demi hatinya atau demi uang?
Bayangkan kalau pelukis membayangkan harga lukisan saat melukis
Bayangkan kalau desainer membayangkan komisi percetakan saat mendesain
Bayangkan kalau engineer membayangkan duit markup saat merancang jembatan
Bayangkan kalau guru membayangkan uang sogok dari orangtua saat mengajar
Bayangkan kalau dosen membayangkan berapa diktat yang akan terjual saat di ruang kuliah
Bayangkan kalau presiden membayangkan berapa uang pelicin untuk mengeluarkan keppres
Apa jadinya kalau pelukis lebih memilih uang daripada hati?
Apa jadinya kalau desainer lebih memilih uang daripada hati?
Apa jadinya engineer lebih memilih uang daripada hati?
Apa jadinya kalau guru lebih memilih uang daripada hati?
Apa jadinya kalau dosen lebih memilih uang daripada hati?
Apa jadinya presiden kalau lebih memilih uang daripada hati?
Agh.. tidak, saya tidak sedang berusaha menyerang SBY
Saya tidak sedang ngomong politik
Saya sedang ngomongin hidup
Yang saya pikirkan masyarakat Indonesia secara keseluruhan
Hoi rakyat, kau pilih uang atau hati?

Btw duit sogok sama harga lukisan itu setara derajatnya kah?
Gestalt bos, gestalt
http://hariadhi.wordpress.com/2008/01/17/gestalt-harta-karun-yang-terlupakan/
jurus ngeles.com
Rakyat : aku nggak punya uang
Pejabat : aku nggak punya “hati”
Rakyat : tukeran yuk
Pejabat : Ogah….ah…
hik hik hik
Masalahnya .. ketika kita bilang bahwa kita bekerja bukan untuk uang .. maka orang2 akan berkata sinis : “Sok munafik” .. “Jangan bohong” .. “Halah, bilang aja ga mampu” dlsbnya. Sehingga kita dipaksa oleh lingkungan untuk berpikir sama. Kalau bekerja adalah untuk uang. Padahal kita lupa, bukankah rejeki itu diatur oleh-Nya. Tapi memang .. kita merasa bahwa uang adalah segalanya. Sudah terlanjur menancap dalam di dalam benak.
yang jelas semua orang butuh duit walaupu dengan cara apapun, ya tho?