
Serius…. menulis itu haram, lho. Sesuai pendapat ahli fatwa kita, bahwa meniru bentuk makhluk hidup apapun dengan tujuan apapun adalah hal yang dilarang, maka saya ingin memberikan alasan mengapa menulis itu juga sama haramnya dengan mengupload foto diri anda sebagai avatar.
Pertama, bukalah wikipedia, artikel mengenai sejarah alfabet latin. Di sana kita bisa menemukan bahwa ternyata beberapa huruf latin yang kita gunakan menulis berasal dari sistem Proto-Canaanite, berupa simbol dari binatang atau bagian tubuh manusia dan tambahan beberapa benda lain. Sistem ini kemudian diadaptasi alfabet Phoenician, yang mirip pula dengan alfabet Yunani, lalu berkembang menjadi sistem alfabet yang kita gunakan sekarang. Berikut saya beri daftar alfabet yang berasal dari bentuk-bentuk hewan.

(klik untuk memperbesar)
Artinya, kita harus berhenti memakai huruf A, C, I, J, K, H, O, N, P, dan S! Karena itu semua meniru bentuk binatang dan anggota tubuh. HARAM hukumnya meniru-niru ciptaan Allah yang hidup!
Kedua, coba berimajinasi. Ada beberapa huruf yang tidak dimaksudkan meniru bentuk binatang tapi kalau dipikir-pikir bentuknya mirip juga. Misalnya Z mirip ular yang akan mematuk. Y itu mirip tangan yang dibuka saat kita berdoa. F mirip orang rukuk. t mirip orang duduk. Jadi karena huruf-huruf itu mirip makhluk hidup, tentu memakai Z, Y, F, dan T dalam tulisan juga HARAM!
Nah.. sekarang karena tidak mungkin membuat tulisan hanya dengan huruf B, D, E, G, L, M, Q, R, S, U, V, W, X saja, maka saya ingin menyarankan, bagaimana kalau seluruh huruf dalam sistem alfabet diharamkan saja? Soalnya kalau dibuat tapi tak bisa dipakai tentu jatuhnya HARAM juga, karena mubazir. Mubazir itu temannya setan, kan?
Eitsss… jangan salah. Huruf-huruf Arab juga turunan sistem Phoenician, lho. Jadi kalau induknya saja meniru makhluk hidup, tentu turunannya juga HARAM!
Gambar tabel di atas berasal dari wikipedia. Karena Wikipedia berada di bawah lisensi GFDL, tabelnya juga saya lisensi di bawah GFDL. Gambar bunga di atas berlisensi GFDL+CC.

Hehe, segala bentuk yang berada di atas kertas kayaknya haram semua.
Waduh… gitu tho?
Apa hukumannya bagi penulis haram?
Mati kita…
Saya save di del.icio.us bos!
siyal!!! Kok di kasih tahu bos, bagaimana bisa saya menulis lagi kalo gini.
*menunggu fatwa yang menghalalkan menulis*
wedew….yawdah kalo geto bubarin WP ajah kan isinya tulisan ama gambar smua, gimana?
*provokator*
@Masdewo
Lho.. ini sudah sesuai dengan cara-cara berijtihad kan? Cuma kurang dalil-dalil saja. Jadi yang ga ngikutin bisa jadi kafir, lho. Hehehe
@manusiasuper
Monggo.. silakan disave dan disebar-sebarin.
@danalingga
Nah… yang sudah tahu haram tapi tetap melakukan, gimana balasannya?
@abee
Hehehehe. Bikin petition online gih
@Xaliber
Kalau begitu duit juga haram, dong?
Iya, kan ada gambarnya.
duh, jadi baca buku juga haram, menuntut ilmu juga haram dong, bukankah agama menyuruh kita, “Read in the name of the Lord who created you?” hihi..but kudos 4 ur wacky imagination anyway
@Xaliber
Terus yang bisa dipake apaan? Kayanya hampir semua barang di sini ada tulisan dan gambarnya, deh? @_@
@Vinta
hahahah… sebenarnya udah kepikiran mau ditulis minggu lalu. Tapi idenya ditunggu biar mateng dulu.
hell rock!
mereka yg hobi ngomo0ng haram itu kira2 udah pada baca artikel ini ga, ya?
wah.. kalau dilihat-lihat dari yang komen di sini sih, belum. Apa lagi siap-siap perang dalil? hehe
sepertinya duit juga haram…
Para pemberi fatwa haram itu telah terjebak fatwanya sendiri.
Terjebak atau tidak, ya entahlah. Gw cuma ngarepin moga-moga mereka sadar ga selamanya akal harus dilecehin.
duuh apaan seeeh ahliu fatwa kita… ini haram itu haram… gw rasa idup aja haram!!!
kalo gitu kita masuk neraka aja nyoook bareng-bareng… hahahaha… ;p
lu duluan, yeee. Habis terjun gw belok arah ke surga
)
Iya, kok nggak pernah kepikiran pake argumen yang begini, ya?
Nonjok, pak. Maknyuss.
hahaha… Ayo kita berburu barang-barang haram lainnya
http://abeeayang.wordpress.com/2007/11/25/wp-harus-di-bubarkan/
secepatnya!!!!
hihihi.. ayo bubar, bubar! pulang sana semua. Mandi! Ngapain masih nongkrong di sini.
untung gag suka nulis
Lho.. khamar biar sedikit juga haram lho, mas Kaitou. Hihihihi, jadi biar sedikit nulis tetap aja masuk neraka.
Yang gak haram itu tulisan arab! Makanya belajar nulis arab melayu, soalnya tulisan arab itu asalnya dari Allah, kalau tulisan latin asalnya setan (kata latin sama setan hampir mirip kan?)Kalau neneng mah nulisnya aja diniatin pake tulisan arab, tapi yang nongol tulisan latin, jadi dosanya sedikit… huahauaaahaaaa…. cuma sekedar ikutan ngomentar. (Bayangin kalau tulisan saya ini berbentuk tulisan arab biar gak dosa! Please)
semoga “mereka” membaca tulisan haram tapi menarik ini…
asik bro!
Ha ha ketinggalan deh bacanya …
untung ngetik gak haram..
ha,, bersyukurlah kaum tuna-aksara dan mereka yang tidak bisa menulis!!
bagusnya kalau mau netapin fatwa kita harus liat berdasarkan Hujjahnya, atau dasar Al-Quran dan Hadist (yang syahih). Karena kita bukan beragama dalam mempercayai dan mengikuti kata orang lain, kita beragama karena mempercayai dan mengikuti kata-kata dan petunjuk Allah dan RasulNya.
Mengapa melukis atau menggambar itu haram? karena orang biasa menyembah, mempertuhankan dan meng-agung-agungkan tidak sebagaimana mestinya terhadap tokoh-tokoh yang mereka lukiskan. COntoh saja, Laksamana Ceng Ho, dia sekarang dipatungkan dan disembah disemarang, wong padahal dia itu orang Muslim Cina yang bertualang dan menemukan singpur dan menyebarkan agama Islam juga. Tapi karena dia bijak dan berbudi luhur orang mematungkannya dan menyembah.
Lihat bagaimana hasil dari tokoh-tokoh agama yang dilukiskan dan dipatungkan, bukan mereka akhirnya disembah dan disakralkan juga tidak sebagaimana mestinya? begitupun juga binatang, seperti Sapi, sapi disembah dan disakralkan sejak jamannya Musa hingga saat ini di India, apa yang umat Musa (atau Moses) lakukan ketika Musa mengambil perintah dari Allah SWT? mereka membuat patung sapi emas.
Juga banyak fatwa-fatwa yang sifatnya klaim sepihak, maka dari itu Agama adalah tuntutan bagi mereka yang mau berpikir dan mendengar, berpikir bahwa apa yang mereka peluk, Qalam Allah atau fatwa kyai, dan berpikir juga apa yang mereka sembah, Allah atau manusia. Mengapa mendengar dengan baik? karena kalau mereka tidak bisa mendengar dengan baik mereka tidak bisa membedakan mana yang kata-kata dan perintah Allah dan mana yang kata-kata dan perintah manusia, mana yang mutlak hukum dan mana yang hasil ijtihad manusia.
Karena itu, kata Ibnu Taimiyah
“yang bernilai dari fatwa itu bukan siapa perawinya, tapi hujjah dari apa yang dirawikan”
dari hasil ijtihad saya, segala sesuatu itu berawal dari niat, inna ma ammalu bin niat, apa niat kita menulis itu untuk menyerupai bentuk dari ciptaan Allah? bukan, niat kita menulis untuk menandakan sebuah makna. Lagipula bicara soal Phoenician, akar dari Arab itu bukan Phoenician, tapi Armaic. Sama dengan akar yang dipakai untuk penulisan kitab Taurat dan Injil. Alif, Aleph dan Alfa, mereka huruf awal dari akar kata yang sama. Abba dan Abbi. Salam dan Shalom.
Karena itu, untuk para pemeluk, apa yang diharuskan untuk kita? beribadah dan beramal baik. Salah satunya adalah Taffakur, apa itu taffakur? yaitu berpikir.
Karena itulah banyak petunjuk diberikan kepada orang-orang yang berpikir, dan kerap Al-Quran mengatakan, “ya Taffakarun?” tidakkah engkau berpikir.
Sudahkah kita berpikir? bukan taklid buta? atau mengikut tanpa berpikir.
Wassalamua’alaikum wr. wb.
maaf kalau2 ada salah kata.
visit us
http://www.stopgoblog.wordpress.com
edit->
Allah mengatakatan dalam Al-Quran, ya taffakarun.
Islam, menghargai tulisan dan bacaan. menghargai Qalam dan Pengetahuan. Menghargai orang cerdas dan luas pewacanaan. Karena itu Alim, berasal dari kata “tau”, orang Alim adalah orang yang berpengetahuan.
Itulah mengapa Allah mewajibkan kita membaca Al-Quran dan Alam ini. Alam ini adalah kitab untuk dibaca. Nabi menyarankan kita untuk belajar sampai Negeri Cina. Karena ilmu itu dekat hidayah, sesungguhnya orang yang berilmu itu dekat dengan hidyah. Dan kata Akal, Aql berasal dari kata ikat, atau mengikat tangan kita dari perbuatan dosa.
Dan Rasul selain memperlakukan tawanan penjajah tanah mereka dengan perlakuan yang baik, jalan harus seiring, ikatan dilepas, makan bersama orang muslim dengan makanan yang sama, dan yang lain sebagainya. Juga menjanjikan akan melepaskan mereka bila mereka dapat mengajarkan 10 umat muslim untuk membaca dan menulis.
Tidak heran juga, bila perpustakaan Al-Azhar Kairo memiliki perpustakaan terbesar, kalah dengan Havard yang mengandalkan lapangan Rugby terbesar. Itupun tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan perpustakaan damaskus dulu yang sekarang sudah tiada. Itu mengapa, ditangan Islam justru Arab yang dulunya jahil justru menyongsong abad keemasan dan melahirkan banyak filsuf dan ahli pikir, Ibn Rushd, Al-Ghazali, Ibn Arabi, dan banyak lagi. Menemukan bilangan logaritma, logika angka nol, alkimia, aljabar, al-qalam (ilmu penulisan), ilmu tafsir, ilmu pengobatan. Karena Islam menyuruh orang berpikir dan bertanya2, dan Allah meninggikan orang yang berilmu sederajat tingkatnya.
bulsyidd smuwa ituhh,,,
anda hanya menulis omong kosong iiang tag adaa kaiitanNa ma hukum IsLam,,,
sungguh malang orang iiang menulis artikel inii,,,
hanya memikirkan hal dangkal seperti inii,,,
“meniru mahlugg hiidup itu haram”
memang benar fadwaa sepertii itu tp, menurut saiia anda terlalu picigg dalam menjabarkannya,,,
.terimakasii.
Inna ma a’malu binniat.
Niatnya nulis itu pengen niru2 atawa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membagi ilmu pengetahuan lewat menulis?
Aku rasa bagus kok kalo kita dikasih informasi bahwa huruf2 yg kita pake dari mana, tapi kalo dibilang haram?
Semua umat manusia melakukan dosa dong?
Nah itu dia, kalo smuanya diitung halal dan haramnya.
Kayak, musik itu haram, gambar itu haram, dsb
Kita gak bisa hidup man!
Bayangin aja, makan haram karena dari sumber yang haram, minum juga, tidur juga haram karena bersama yang bukan muhrim, dsb
Smuanya ada potensi “haram”
Jadi, mendingan lakuin aja deh apa yang dianggep baek dan beribadah sesuai masing2.
Trims
saya masukin del.icio.us yak