Beberapa saat lalu saat memeriksa artikel-artikel di Wikipedia saya menemukan kasus menarik. Seorang pengguna yang tampaknya dari Wikipedia Bahasa Melayu diberi informasi kalau halaman utama mereka diacak-acak seperti ini:
Tampaknya ada yang berusaha jadi pahlawan dari kasus-kasus seperti lagu “Rasa Sayange” dan masakan Rendang dan Nasi Uduk. Saya sendiri pun tidak begitu suka dengan yang telah dilakukan Malaysia, tapi menurut saya tindakan merusak komunitas yang berawal dari niat berbagi ini sama sekali tidak akan membuat kita terlihat lebih hebat dari mereka, mengapa? Ada 3 alasan:
1. Wikipedia memang dirancang untuk mudah diedit. Sadarilah bahwa merusak halaman mukanya tidak akan membuat anda diberi gelar “Hacker”, “Cracker”, atau semacamnya. Paling jauh mereka hanya menjuluki anda sebagai “Vandalis Indon yang fanatik”
2. Merusak sesuatu yang dibangun dengan niat baik-baik hanya akan membuat nama Indonesia makin tercoreng. Jadi, apa lagi hal bagus yang bisa mereka pikirkan soal bangsa kita? Perusak-sia?
3. Daripada merusak Wikipedia Bahasa Melayu, lebih baik berkontribusilah di Wikipedia Bahasa Indonesia. Mulailah menulis sebanyak-banyaknya tentang kebudayaan kita seperti rendang, Rasa Sayange, sarung, hingga wayang mulai sekarang. Sehingga di masa depan mereka tidak punya kesempatan lagi merebut produk budaya kita.
Tiga kata dari saya untuk yang merusak Wikipedia Bahasa Melayu:
“Shame on You, n00b!”
Eh, itu empat ya?
Screenshot di atas diambil dari tampilan Wikipedia. Dimuat oleh Pengguna:Mimihitam dengan lisensi GPL. Kemudian saya perkecil untuk mempermudah pemuatan ke WordPress.
Update: Akhirnya sekitar pukul 20:00 vandalisme itu terhenti. Tampaknya si “pahlawan kesiangan” sudah diban dan pengurus wikipedia berusaha mengembalikan halaman Wikipedia Bahasa Melayu seperti semula.
Pelajaran berharga, boleh-boleh saja punya cita-cita jadi Robin Hood, mas. Tapi masak yang dirampok relawan kemanusiaan?



Saya tidak setuju, Malingsia, tetaplah Maling, dan orang2 didalamnya sangatlah tolol dan cupu.
Dan yg saya sering lihat, waktu saya bermain DotA lewat GG client di Malaysian’s room, orang2 malay yg bermain sangatlah tidak handal, dan merupakan orang2 bodoh yg gampang putus asa, padahal baru kalah sedikit, malah leave dari game, benar2 tak tahu malu. Jijik, tidak seperti Chinese2 yg bermain pro. Padahal Chinese sendiri bukan merupakan tuan rumah room tersebut.
Benar2 bangsa yg tak tahu malu..
jadi, copet yang ketahuan boleh kita gebuk sepuas hati daripada disidangkan. Begitu maksud mas?
Tentu, karena persidangan hanyalah bualan mulut semata, sedangkan gebuk sepuas hati adalah sesuatu yg bisa kita ungkapkan langsung, mau contoh?
Buktinya, pada saat wasit karate Indonesia yg dikirim ke malingsia saat mewasiti pertandingan, dihajar sampai bonyok saat dia dijalan. Kalau orang malingsia bisa, kenapa kita tidak?
iya, MALINGSIALAN UDAH SUPER KURANG AJAR, MESTINYA DIGANYANG AJA
Jadi bangsa Malaysia itu tidak beradab. Apa menurut anda, dengan tindakan begitu, kita jadi kelihatan lebih beradab dari mereka, mas?
Sebenarnya sih tidak, tapi tindakan kami disini hanya untuk membuka mata mereka saja. Toh susah sekali membuat manusia2 bodoh sadar jika hanya dengan peringatan. Manusia2 Malaysia memang seperti tahi kambing, keluarnya bau, saat sudah basi juga masih tetap bau. Pada jaman Sukarno Malaysia sudah minta ampun dengan orang Indo, tetapi sampai sekarang tingkahnya makin kaya tahi kucing saja. Makin lama makin bau…
Saya berasumsi anda moderator forum Indogamers, ya bukan?
Kalau hal sama dilakukan pengguna Malaysia terhadap forum indogamers, apa yang anda rasakan? Apa anda tidak makin benci dengan orang Malaysia?
itu user loh, jangan beranggapan jelek pada suatu forum, karena KucingGarongBF sendiri setelah buat thread itu langsung DIWARN DAN DIBAN, tuh buktinya tulisannya “BANNED”
Udahlah, saya capek berdebat dengan orang ga penting seperti anda, karena semakin lama pembicaraan anda semakin out of topic.
Yg penting disini, malaysia tetaplah malaysia, liat aja sendiri, orang bikin artikel yg ber gambar aja ga pake copyright. Benar2 melanggar lisensi… Gimana klo orang dari wikimedia nuntut? Sanggup ngatasin masalah ini? Sebaiknya, klo anda terus2an membela Malaysia, mendingan anda jadi Warga Negara Malaysia aja, ga guna banget jadi WNI, anget2 tai ayam..
saya setuju dengan anda, jangan lawan orang kasar dengan kekasaran. Mereka memandang rendah kita karena kita sendiri yang menciptakan citra itu, saya memuat post mengenai panggilan “Indon” itu di blog saya. Please do visit it..
cara-cara emosional hanya menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang tidak hanya kalah dalam ekonomi, politik, dan kesejahteraan, tapi juga dalam kecerdasan emosi. cukup sudahlah kita menjatuhkan diri kita sendiri, dan saya setuju, mari promosikan budaya kita agar tidak dirampas lagi oleh maling2 di luar sana
Makasih banget, kuchikuchi. Saya terbantu sekali dengan komentar yang bisa melihat di posisi mana saya sedang berpijak. Jadi sepertinya tidak perlu repot-repot ganti KTP, hehehe.
@Potatochip
Oh, saya keluar dari topik ya…. Apa topik kita sekarang? Lisensi hak cipta?
Wah berhati-hati anda semua, satu Org Malaysia di sini! Biarpun anda semua rasa memang kami dah curi budaya anda semua, anda semua sepatutnya mempertahankan budaya sendiri dgn cara yg baik, bukan cara yg jahat! Seperti… mungkin pergi ke UNESCO? Ah, saya tak pasti…
Satu lagi, Org Melayu Malaysia dan Org Indonesia tetap serumpun, patut ada kasih sayang serumpun… Selama ini kedua-dua negara kita nampak mcm nak menyatukan bahasa kita…
Serumpun gimana? Melayu ya Melayu.. Jawa ya Jawa .. emank serumpun? (Ini jelas2 udah out of topic..)
btw, g setujuh sama kuchikuchi.. secara garis besar udah dijelasin sama kuchikuchi.. nga perlu ada pertumpahan darah.. Mari kita tunjukkan keHEBATan Indonesia, mau dari segi OlahRaga, Seni (artis2 kita laris manis disono nohh) apalagi dari Makanan seperti Jco yg sdh di’export’ ke negeri jiran. G bangga!
@hariadhi: knp? bisa dijelaskan mengapa semua pic di wikipedia malay ga pake copyright? apa karena kekurangan UANG??
Setahu saya sih Wikipedia Bahasa Melayu itu masih dalam tahap berkembang. Pengurusnya tidak sebanyak WBI. Jadi kita tidak bisa menyalahkan mereka kalau kontrolnya tidak seketat kita.Tapi di Wikipedia Bahasa Indonesia yang jumlah artikelnya sudah tiga kali lipat pun kesalahan seperti itu wajar terjadi. Anda mungkin bisa mengklik link ini sebagai buktinya.
Jadi saya simpulkan, motif anda mendukung penyerangan ke Wikipedia Bahasa Melayu karena mereka alpa memasukkan lisensi gambar. Benar karena itu?
Anyway, kebanyakan gambar di semua versi Wikipedia ngga pakai lisensi copyright, mas. Karena semangatnya berbagi, lisensi GFDL, creative commons, dan public domain lebih sering digunakan
@bagsholic
Betul, mungkin dari segi positifnya, semakin banyak karya kita yang “dibajak” mereka sebenarnya kita semakin patut berbangga. Artinya bangsa kita sedang jadi trend setter, paling tidak di Asia Tenggara. Fenomena ini mungkin mirip Pizza yang dibajak Pizza Hut. Walaupun yang jualan Amerika tapi ga akan ada yang lupa kalau masakan itu asalnya dari Italia.
Mungkin selanjutnya mereka berniat membajak tas koleksi bagsholic? He he he…
@Edmund
Terima kasih sudah berkunjung. Saya juga jadi berpikir, seandainya Amerika dulu sepelit Indonesia dalam berbagi kebudayaan, mungkin sampai sekarang ga akan ada yang namanya nonton di 21.
ya gitulah orang indonesia yang tidak tahu malu ngomong ngomong ini didukung MediaWiki bukan
Banyak cakap.. Lo dulu ampun2 ama indo aja pake blagu skarang, ayo perang aja….
Sini klo brani cyber war, gw ladenin.
@PotatoChip
Well, THAT’s really INDONESIAN.. indeed.
@Fajar ab
Oh.. blog ini atas nama pribadi. Saya nulis karena saya udah pakai wikipedia 1,5 tahun ini.
I dun care..
Jadi apa yang anda bisa care?
Masih banyak hal2 yg masih harus saya lakukan, ga guna gw buang2 waktu disini.
Oh.. betul sekali. Banyak hal penting yang harus anda lakukan. Blog ini tidak terlalu penting untuk dikunjungi, ya?
Benar… Maka dari itu saya jarang men-comment artikel2 anda yg lain.
Aduh.. Kasian banget ya, saya? Ga dapat komen dari anda. ck ck ck…. Sekalian minta tandatangannya dong, please? Saya groupienya PotatoChip nih.
Ah jangan begitu, saya jadi malu, capek dong udah tiap hari dikejar2 ama para fans, HP banyak yg sms2in, eh, diweb jg ada yg ngefans.. Oh, anda mau minta tanda tangan? Bukannya tanda tangan saya sudah banyak dijual melalui poster2? Beli aja posternya, daripada capek2 nemuin saya..
oo begitu.. pasti pasti! hahahaha
Lucu? Lucu?
Ha..
ha..
ha…
ha..!
Setuju saya… menurut saya memang lebih baik menghadapi sesuatu bukan dengan kekasaran, tapi menunjukkan kelebihan. Kalau gebuk main gebuk, nanti ujung-ujungnya bisa lebih bahaya.
Seperti yang sudah dituturkan mbak kuchikuchi kayaknya.
Jadi, IMO, hal-hal yang sebenarnya ditujukan buat ‘menghancurkan’ Malaysia itu justru sebenarnya bukan membuat Indonesia lebih superior dan aman dari marabahaya, tapi justru memberikan stempel negatif pada Indonesia. Kalau misalnya (hanya misalnya) gantian ada negara lain yang meniru yang diperbuat Malaysia, masa harus “dihancurkan” juga?
Lama-lama justru Indonesia sendiri yang terisolasi…
Anyway…
That’s so fallacious…
Fallacious? Ga guna banget tau ga debat disini. Buang2 waktu, energi, emosi, dan juga menambah dosa. Mending gw habisin waktu gw buat dipake hal2 yg berguna.
O.. tentu-tentu. Debat di sini ga terlalu berguna. Lebih berguna merusak wikipedia. Begitu, toh?
Mending orang indonesia harusnya .. DIEM aja dibegituin oleh malaysia, biarin aja di curi, biarin aja di rampok. Sekalian di jajah aja … kembali ke taon sebelum ‘45 (he he he he).
Kl. ngelawan misalnya dengan cara di atas (.. nanti di bilang tukang kroyok, senang kekerasan, atau apalah.. menjadi boomerang bagi diri sendiri..)
lagian gak ada guna nya jg. selama masih bisa makan rendang, masih bisa nyanyi rasa sayange( walau suara falsh …), masih bisa pake sarung ke mesjid, masih bisa nonton wayang .. jika ada yang hajatan di kampung.
Diem aja… rasakan aja .. nikmati aja… berikan saja.
Masih banyak cara untuk melawan, mas. Dengan cara lebih elegan, tentu.